Tutup
Regulasi

OJK dan Ekraf Kolaborasikan Web3, Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru

155
×

OJK dan Ekraf Kolaborasikan Web3, Kekayaan Intelektual Jadi Aset Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin sinergi strategis untuk mengakselerasi pengembangan inovasi keuangan digital berbasis Web3. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk mentransformasi kekayaan intelektual (IP) lokal menjadi kelas aset baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Kolaborasi ini menjadi motor penggerak untuk mengintegrasikan teknologi *blockchain* dengan kebijakan sektor keuangan, demi menciptakan pasar kekayaan intelektual yang lebih kredibel dan likuid.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan bahwa OJK terus berkomitmen mendukung inovasi di sektor keuangan melalui sinergi berkelanjutan dengan Ekraf.

Menurut Adi, implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui program konkret, seperti Infinity Hackathon OJK–Ekraf 2025 dan Infinity Accelerator 2026. Inisiatif ini telah menghasilkan berbagai solusi berbasis Web3 yang krusial bagi transparansi, perlindungan karya kreatif, hingga kemudahan pembiayaan.

Khusus untuk program Infinity Accelerator 2026, fokus utama yang diusung adalah *Unlocking Indonesia’s Intellectual Property as a New Asset Class*. Program ini dirancang untuk memastikan kekayaan intelektual dapat terverifikasi, terdigitalisasi, dan memiliki daya tarik investasi tinggi bagi pasar global.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai transformasi kekayaan intelektual menjadi kelas aset baru merupakan langkah krusial untuk mendongkrak nilai tambah sektor ekonomi kreatif nasional.

“Kami ingin memastikan inovasi berbasis Web3 tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki fondasi regulasi yang kuat. Dengan begitu, para kreator bisa merasakan manfaat ekonomi yang nyata,” jelas Riefky.

Kedua lembaga kini berfokus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan terkait teknologi *blockchain*, aset kripto, serta skema pembiayaan digital. Diharapkan, kolaborasi ini dapat mempercepat ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing di pasar internasional.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan OJK dan Ekraf, termasuk Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Djoko Kurnijanto serta Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Ekraf Muhammad Neil El Himam, bersama perwakilan *startup* peserta program akselerasi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…