Tutup
Regulasi

Stok Beras RI Cetak Rekor, IHSG Menguat Signifikan 2,34 Persen

108
×

Stok Beras RI Cetak Rekor, IHSG Menguat Signifikan 2,34 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus angka 4,72 juta ton. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang intensif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pemerintah optimistis pasokan beras akan segera mencapai target 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini diklaim sebagai keberhasilan signifikan bagi Perum Bulog sejak awal berdirinya.

Keberhasilan ini didukung oleh alokasi anggaran yang besar dari pemerintah. Awalnya, pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 16,6 triliun, yang kemudian ditambah menjadi Rp 39 triliun untuk memastikan level CBP tetap aman.

Dukungan finansial ini dinilai krusial guna menjamin ketersediaan pangan bagi 115 juta jiwa penduduk Indonesia. Selain kepemimpinan presiden yang responsif, penguatan CBP juga didukung oleh sinergi kuat antar kementerian, termasuk Kementerian Keuangan.

Pemerintah berharap, rekor stok beras ini menjadi fondasi kokoh untuk menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan, dan menjamin keberlanjutan pangan masyarakat.

Di sisi lain, pasar modal Indonesia menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa (14/3). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 2,34 persen atau 175,76 poin ke level 7.675,95.

Kinerja positif juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 2,41 persen ke posisi 764,31. Sepanjang hari, tercatat 548 saham menguat, sementara 151 saham melemah dan 119 lainnya stagnan. Total transaksi perdagangan mencapai Rp 24,75 triliun dengan volume 52,99 miliar saham.

Sejumlah saham mencatatkan kenaikan tertinggi (*top gainers*), seperti PP Presisi (PPRE) yang melesat 34,65 persen, Danasupra Erapacific (DEFI) naik 34 persen, dan Bekasi Asri Pemula (BAPA) melonjak 33,33 persen. Kenaikan juga dialami oleh Intermedia Capital (MDIA) sebesar 33,33 persen serta Bakrie & Brothers (BNBR) sebesar 27,04 persen.

Meskipun pasar saham menguat, nilai tukar rupiah terpantau melemah tipis 0,13 persen terhadap dolar AS di level Rp 17.127. Tren positif di bursa saham Indonesia selaras dengan optimisme di bursa Asia lainnya, seperti indeks Nikkei 225 di Jepang, Hang Seng di Hong Kong, SSE Composite di China, dan Straits Times di Singapura yang kompak ditutup di zona hijau.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…