Tutup
Regulasi

Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556,81 Miliar Cair Mei 2026

139
×

Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556,81 Miliar Cair Mei 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp556,81 miliar. Keputusan ini setara dengan Rp250 per lembar saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.

Corporate Secretary LPPF, Susanto, menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang telah diselenggarakan pada 15 April 2026. Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025.

“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sekurang-kurangnya sebesar Rp556.819.820.000,” ujar Susanto dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/1/2026).

Terkait jadwal pembagian, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April 2026. Sementara itu, perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi akan dimulai pada 24 April 2026.

Untuk pasar tunai, masa cum dividen jatuh pada 27 April 2026 dan ex dividen pada 28 April 2026. Pada tanggal 27 April 2026 juga ditetapkan sebagai *recording date* atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Selanjutnya, pembayaran dividen tunai kepada investor akan dilaksanakan pada 4 Mei 2026.

Pihak manajemen memastikan bahwa jadwal dan tata cara pembagian dividen ini telah dikoordinasikan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek. Perseroan juga menegaskan bahwa distribusi dividen ini tidak akan mengganggu kelangsungan kegiatan operasional bisnis ke depan.

Sepanjang tahun 2025, Matahari Department Store mencatatkan laba bersih sebesar Rp725,37 miliar. Perseroan juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai Rp3,84 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp272,90 triliun per akhir Desember 2025.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…