Tutup
Regulasi

10 Manajer Investasi Bersiap Terbitkan ETF Emas di Pasar Modal

110
×

10 Manajer Investasi Bersiap Terbitkan ETF Emas di Pasar Modal

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan antusiasme tinggi dari pelaku industri keuangan terhadap instrumen investasi baru. Saat ini, lebih dari 10 manajer investasi telah menyatakan ketertarikannya untuk menerbitkan produk *Exchange Traded Fund* (ETF) emas.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa sejumlah manajer investasi bahkan telah meresmikan kerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam ekosistem produk tersebut.

“Dari sisi kesiapan industri, minat pelaku pasar terhadap produk ini cukup tinggi,” ujar Kautsar, Minggu (19/4/2026).

Guna mendukung kelancaran peluncuran, BEI saat ini tengah melakukan penyesuaian regulasi agar dapat segera diimplementasikan. Saat ini, pengembangan ETF emas telah memasuki fase pra-peluncuran yang mencakup penyusunan struktur produk, pemodelan bisnis, hingga penguatan ekosistem pendukung, mulai dari manajer investasi hingga *dealer* partisipan.

Senada dengan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan produk ETF berbasis emas ini dapat meluncur ke publik pada kuartal II-2026. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memastikan seluruh pemangku kepentingan sedang merampungkan persiapan akhir.

“Dengan mempertimbangkan progres yang ada, target kami peluncuran dapat dilakukan pada semester I atau kuartal II tahun 2026,” ujar Hasan dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

Sebagai payung hukum, OJK juga telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 2 Tahun 2026. Regulasi ini secara spesifik mengatur mengenai Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek dengan aset dasar berupa emas. Saat ini, otoritas tengah memfinalisasi aspek operasional untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…