Tutup
Regulasi

Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556,81 Miliar Cair Mei 2026

208
×

Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556,81 Miliar Cair Mei 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp556,81 miliar. Keputusan ini setara dengan Rp250 per lembar saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham.

Corporate Secretary LPPF, Susanto, menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang telah diselenggarakan pada 15 April 2026. Dividen tersebut diambil dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025.

“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sekurang-kurangnya sebesar Rp556.819.820.000,” ujar Susanto dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/1/2026).

Terkait jadwal pembagian, akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April 2026. Sementara itu, perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi akan dimulai pada 24 April 2026.

Untuk pasar tunai, masa cum dividen jatuh pada 27 April 2026 dan ex dividen pada 28 April 2026. Pada tanggal 27 April 2026 juga ditetapkan sebagai *recording date* atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Selanjutnya, pembayaran dividen tunai kepada investor akan dilaksanakan pada 4 Mei 2026.

Pihak manajemen memastikan bahwa jadwal dan tata cara pembagian dividen ini telah dikoordinasikan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek. Perseroan juga menegaskan bahwa distribusi dividen ini tidak akan mengganggu kelangsungan kegiatan operasional bisnis ke depan.

Sepanjang tahun 2025, Matahari Department Store mencatatkan laba bersih sebesar Rp725,37 miliar. Perseroan juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai Rp3,84 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp272,90 triliun per akhir Desember 2025.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kuatnya permintaan investasi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan logam mulia. Berdasarkan Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 07.40 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.535 per ons troi. Harga tersebut turun 0,62% dalam sepekan, tetapi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai langkah baru dalam pengembangan bisnisnya. Emiten yang bergerak di sektor produsen furnitur dan jasa konstruksi interior ini bakal memperluas lini usahanya ke sektor tambang batubara. MEJA menempuh sektor lini usaha baru melalui aksi korporasi berupa akusisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) dengan nilai transaksi mencapai sekitar US$ 100 juta. Transaksi akuisisi ini…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta. Selamat Hari Lahir Pancsila 1 Juni 2026. Apakah perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini buka atau libur? Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Bersamaan itu, pemerintah juga menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Saat hari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Pada Minggu (31/5), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tetap bertahan pada posisi Rp 2.799.000 per gram. Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia juga stagnan di level Rp 2.609.000 per gram. Rincian Potensi Laba Rugi Investasi Emas Antam Bagaimana rincian potensi untung dan rugi investasi emas Antam jika dijual pada ? Baca Juga: Tabel Harga Emas Antam 31 Mei…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,25% diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya biaya pinjaman di sektor perbankan. Kondisi ini berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif sumber pembiayaan, termasuk melalui layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai…