JAKARTA – Pangsa pasar Hyundai di Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal pertama 2026. Hingga Maret 2026, Hyundai berhasil menguasai 2,8 persen pangsa pasar otomotif nasional, naik dari posisi 2,5 persen pada awal tahun.
Chief After Sales Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Nina Violenty, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari tingginya permintaan konsumen menjelang periode mudik Lebaran.
“Unit dan model kami banyak dicari pelanggan untuk mendukung kebutuhan mudik,” ujar Nina di kantor Hyundai, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Model Hyundai Stargazer menjadi motor utama penjualan dengan kontribusi mencapai 50 persen. Kendaraan berkapasitas enam penumpang tersebut menjadi pilihan favorit masyarakat, baik untuk mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh saat mudik.
Selain mobil konvensional, penjualan kendaraan listrik (EV) Hyundai juga menunjukkan performa yang stabil. Di tengah persaingan ketat dengan merek-merek asal Cina seperti BYD, pangsa pasar kendaraan listrik Hyundai tetap selaras dengan permintaan pasar di angka 15 persen.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan *wholesale* Hyundai tercatat sebanyak 1.423 unit pada Januari, meningkat menjadi 1.744 unit pada Februari, dan mencapai 1.615 unit pada Maret 2026.
Model-model yang mendominasi pasar meliputi Stargazer tipe X dan Cartenz, Creta tipe FL dan N Line, serta Kona EV. Selain itu, model premium seperti Palisade, Santa Fe, Ioniq 5, dan Tucson turut memperkuat posisi Hyundai di pasar nasional.
Secara keseluruhan, industri otomotif Indonesia mengalami fluktuasi sepanjang kuartal pertama tahun ini. Data Gaikindo mencatat total *wholesale* nasional mencapai 66.500 unit pada Januari, sempat naik ke angka 81.250 unit pada Februari, sebelum kemudian kembali ke angka 61.271 unit pada Maret 2026.






