Tutup
Regulasi

Pekanbaru Jadi Wilayah dengan Kualitas Udara Terbaik di Indonesia Pagi Ini

55
×

Pekanbaru Jadi Wilayah dengan Kualitas Udara Terbaik di Indonesia Pagi Ini

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, terpantau berada dalam kategori sehat pada Senin pagi (20/4). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 07.15 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di wilayah ini berada di bawah angka 50.

Kondisi udara yang bersih ini dinilai menjadi waktu yang ideal bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik di luar ruangan tanpa khawatir akan risiko polusi.

Selain Pekanbaru, berikut adalah daftar kota di Indonesia dengan kualitas udara terbaik pada Senin pagi:

1. Pekanbaru, Riau: 45 (Baik)
2. Palangkaraya, Kalimantan Tengah: 52 (Sedang)
3. Semarang, Jawa Tengah: 62 (Sedang)
4. Pontianak, Kalimantan Barat: 66 (Sedang)
5. Yogyakarta, DIY: 66 (Sedang)

Sebaliknya, Kota Surabaya, Jawa Timur, mencatatkan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini dengan skor AQI mencapai 142. Angka tersebut menempatkan Surabaya dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kondisi udara di Surabaya berisiko menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan tenggorokan, serta gangguan pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru diminta untuk lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, di tingkat global, Kopenhagen (Denmark) menempati posisi teratas sebagai kota dengan kualitas udara paling sehat, yakni dengan skor AQI 14. Disusul oleh San Francisco (AS) dan Kampala (Uganda) dengan skor 15, serta Auckland (Selandia Baru) dan Almaty (Kazakhstan) dengan skor 17.

Sebaliknya, Kuwait City menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini. Berikut daftar kota dengan kualitas udara terburuk secara global:

1. Kuwait City, Kuwait: 250 (Sangat Tidak Sehat)
2. Baghdad, Irak: 221 (Sangat Tidak Sehat)
3. Riyadh, Arab Saudi: 188 (Tidak Sehat)
4. Delhi, India: 173 (Tidak Sehat)
5. Lahore, Pakistan: 170 (Tidak Sehat)

Sebagai informasi, indeks AQI merupakan tolok ukur konsentrasi polutan udara yang mencakup enam parameter utama, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Skala AQI berkisar antara 0 hingga 500 dengan pembagian enam kategori:
– Baik: 0-50
– Sedang: 51-100
– Tidak sehat bagi kelompok sensitif: 101-150
– Tidak sehat: 151-200
– Sangat tidak sehat: 201-299
– Berbahaya: 300-500

Kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat dapat berdampak buruk bagi kesehatan banyak orang, sementara kategori berbahaya dapat memicu risiko kesehatan serius bagi seluruh populasi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan alias BI rate. Jika itu terjadi, membuka ruang bagi indiustri perbankan memaksimalkan transmisi dan meredakan tekanan margin. Diharapkan juga menjadi angin segar bagi harga saham perbankan. Pada akhir perdagangan Jumat (17/4), saham perbankan masih mencatatkan koreksi harga dibanding awal tahun alias year to date (ytd)….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik melemah pada Maret 2026 setelah sempat mencatatkan hasil positif pada bulan sebelumnya. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran turun 5,62% secara bulanan (month on month/MoM) pada Maret 2026. Sebelumnya, pada Februari 2026, kinerja instrumen ini masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Penghimpunan dana di pasar modal masih semarak, terutama aksi penambahan modal dengan skema memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 17 April 2026, terdapat tiga perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,75 triliun. Beberapa emiten baru mengantongi persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk…