Tutup
Regulasi

IHSG Melesat 2,35% Sepekan Didorong Kinerja Saham Konglomerasi

147
×

IHSG Melesat 2,35% Sepekan Didorong Kinerja Saham Konglomerasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan pekan ini di zona hijau dengan kenaikan sebesar 2,35% ke level 7.634, Jumat (17/4/2026). Meski sempat tertekan ke zona merah pada sesi kedua, IHSG tetap mampu mencatatkan penguatan harian sebesar 0,17%.

Tren positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap pasar modal domestik yang terjaga di tengah fluktuasi sentimen global. Kenaikan indeks juga didorong oleh peningkatan volume pembelian yang menunjukkan minat investor masih cukup kuat.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa penguatan IHSG pekan ini ditopang oleh kinerja saham-saham emiten konglomerasi. Selain itu, dinamika harga komoditas turut memainkan peran; kenaikan harga emas memberikan sentimen positif bagi emiten sektor komoditas, sementara pelemahan harga minyak mentah dunia membantu meredakan tekanan inflasi global.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti bahwa pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar tengah mencermati berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026.

Pernyataan keras dari kedua pihak terkait Selat Hormuz memicu kekhawatiran pelaku pasar akan terganggunya rantai pasok minyak global. Kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan dunia jika eskalasi konflik kembali memanas.

Memasuki pekan depan, investor akan fokus memantau kebijakan moneter dari dalam negeri. Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menjadi agenda paling ditunggu, terutama terkait keputusan suku bunga acuan. Selain itu, data pertumbuhan kredit dan suplai uang (M2) akan menjadi indikator kunci untuk memantau likuiditas serta aktivitas ekonomi domestik.

Sentimen eksternal juga tetap menjadi perhatian, seperti data ritel dan sentimen konsumen di AS, serta indikator ekonomi dari Eropa dan Asia, termasuk kebijakan bank sentral China dan Jepang.

Secara teknikal, Alrich menilai IHSG berada dalam tren jangka pendek yang positif karena bergerak di atas MA5. Indeks diperkirakan akan bergerak konsolidatif di kisaran 7.700 hingga 7.750 sebelum mencoba menembus level resistensi di 7.719. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NICL.

Sementara itu, Herditya memprediksi penguatan IHSG pekan depan cenderung terbatas dengan rentang support di 7.374 dan resistensi di 7.673. Fokus investor disarankan tertuju pada saham BBRI dengan target harga Rp3.510–Rp3.610, CMRY di kisaran Rp4.790–Rp4.880, serta MDKA di rentang Rp3.470–Rp3.590.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….