Tutup
Regulasi

10 Saham Top Losers Sepekan: MSIN, APIC, hingga ROTI Anjlok

120
×

10 Saham Top Losers Sepekan: MSIN, APIC, hingga ROTI Anjlok

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Sejumlah saham mencatatkan koreksi harga signifikan selama periode perdagangan 13 hingga 17 April 2026, bahkan masuk dalam jajaran *top losers*. Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) memimpin daftar pelemahan dengan anjlok 29,55% dalam sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham MSIN merosot 390 poin ke level Rp930 per saham. Kondisi serupa dialami PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) yang ambles 21,41% ke posisi Rp1.230 per saham.

Selanjutnya, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) menempati posisi ketiga saham dengan koreksi terdalam sebesar 15,18% ke level Rp162 per saham, disusul oleh OPMS yang melemah 14,63% ke level Rp140 per saham.

Daftar saham *top losers* sepekan juga mencakup KUAS yang terkoreksi 13,48% ke Rp122, ROTI turun 11,80% ke Rp710, PNSE turun 11,59%, INOV melemah 11,51%, BPTR terkoreksi 9,47%, dan AMAN yang melemah 9,26% ke level Rp294 per lembar.

Berikut rincian 10 saham dengan penurunan harga terbesar sepanjang pekan:

* MSIN: Rp930 (-29,55%)
* APIC: Rp1.230 (-21,41%)
* DIVA: Rp162 (-15,18%)
* OPMS: Rp140 (-14,63%)
* KUAS: Rp122 (-13,48%)
* ROTI: Rp710 (-11,80%)
* PNSE: Rp610 (-11,59%)
* INOV: Rp123 (-11,51%)
* BPTR: Rp86 (-9,47%)
* AMAN: Rp294 (-9,26%)

Berbanding terbalik dengan kinerja saham-saham tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup di zona hijau. IHSG menguat 2,35% ke level 7.634 sepanjang pekan periode 13-17 April 2026. Kapitalisasi pasar bursa pun melonjak Rp446 triliun menjadi Rp13.635 triliun.

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Valentina Simon, mengungkapkan bahwa IHSG ditutup di posisi 7.634,00, naik dari posisi pekan sebelumnya di 7.458,49. Kapitalisasi pasar bursa juga mencatatkan pertumbuhan 3,38% dari Rp13.189 triliun menjadi Rp13.635 triliun.

Aktivitas perdagangan turut menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata volume transaksi harian Bursa melonjak 33,12% menjadi 42,97 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi harian meningkat 17,56% menjadi Rp20,36 triliun.

Meski indeks menguat, investor asing terpantau melakukan aksi lepas saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih (*net sell*) sebesar Rp932 miliar. Secara akumulatif sepanjang pekan, *net sell* asing mencapai Rp2,71 triliun.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi bukan menjadi tanggung jawab redaksi.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…