Tutup
Regulasi

Purbaya Tolak Utang IMF dan World Bank: APBN Indonesia Masih Kuat

55
×

Purbaya Tolak Utang IMF dan World Bank: APBN Indonesia Masih Kuat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, pekan lalu. Ia memastikan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini masih sangat sehat dan mampu menopang kebutuhan dalam negeri.

Purbaya mengungkapkan, kedua lembaga internasional tersebut sempat menawarkan bantuan dana sebesar USD 20-30 miliar untuk negara-negara yang membutuhkan. Namun, ia memilih menolak tawaran tersebut karena posisi keuangan Indonesia masih aman.

“IMF dan World Bank menawarkan bantuan dana, tetapi saya sampaikan terima kasih. Kondisi APBN kita masih bagus, jadi kita belum membutuhkan utang luar negeri,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Selasa (21/4).

Purbaya membeberkan bahwa Indonesia saat ini memegang kas negara sebesar USD 25-30 miliar. Menurutnya, jumlah dana yang dimiliki Indonesia secara mandiri bahkan jauh lebih besar dan lebih terjamin dibandingkan dana yang disediakan lembaga internasional tersebut untuk dibagikan ke banyak negara.

“Mereka menyediakan USD 25 miliar untuk puluhan negara, sementara kita memegang USD 25 miliar untuk negara kita sendiri. Jadi, kondisi keuangan kita dipastikan aman,” tegasnya.

Selain membahas tawaran pinjaman, pertemuan tersebut juga menyoroti komitmen Indonesia dalam menjaga defisit APBN agar tidak melampaui batas 3 persen. Purbaya mengakui sempat terjadi perdebatan sengit dengan perwakilan IMF dan Bank Dunia mengenai strategi pemerintah dalam menghadapi lonjakan harga minyak akibat dinamika geopolitik global.

Dalam diskusi tersebut, lembaga internasional itu mempertanyakan kemampuan Indonesia dalam menutupi beban subsidi yang meningkat. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah konkret melalui efisiensi anggaran di berbagai sektor serta mengoptimalkan pendapatan dari sektor sumber daya mineral.

Dengan langkah strategis tersebut, Purbaya optimistis APBN Indonesia tetap kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi global. Ia meminta semua pihak untuk tidak khawatir terhadap dampak kenaikan harga minyak, karena pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk mengatasinya.

“Kami sudah jelaskan mengenai penghematan anggaran serta tambahan pendapatan dari sektor mineral. Kami tegaskan kepada mereka bahwa Indonesia tetap aman,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, sepanjang tahun 2025 volume transaksi aset kripto menyentuh Rp 482,23 triliun. Sedangkan jumlah investor mencapai 20,19 juta orang. Meski dari segi transaksi menurun dibanding periode tahun sebelumnya, secara adopsi jumlahnya tetap meningkat. Kenaikan investor juga tercermin di platform kripto. PT Pintu Kemana Saja misalnya, mencatat jumlah unduhan aplikasi i lebih dari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Indeks utama Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026), didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) serta kinerja emiten yang solid, di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah. Melansir Reuters hingga pukul 09.45 waktu setempat, indeks Dow Jones naik 309,83 poin atau 0,63% ke 49.752,39. Sementara S&P 500 menguat 0,17% ke 7.121,44 dan Nasdaq Composite naik 0,14% ke…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bertambah. Kali ini pasar dikejutkan oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang. Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia. Dalam pernyataan pada Senin (20/4) lalu, MSCI belum akan…