Tutup
Regulasi

Alasan Harga Barang di Koperasi Merah Putih Lebih Murah Menurut Agrinas

84
×

Alasan Harga Barang di Koperasi Merah Putih Lebih Murah Menurut Agrinas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bukan dirancang untuk menjadi pesaing ritel modern. Fokus utama pembentukan koperasi ini adalah menciptakan sistem harga yang lebih adil bagi masyarakat di perdesaan.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa skema Koperasi Merah Putih mengandalkan pemangkasan rantai distribusi. Dengan menyalurkan barang langsung dari pabrik ke koperasi, biaya operasional dapat ditekan karena tidak lagi melibatkan pihak perantara atau *middleman*.

“Dengan kehadiran koperasi, akan tercipta *fair price* atau harga yang adil. Distribusi berjalan langsung dari pabrik ke koperasi tanpa perantara,” ujar Joao di Jakarta Selatan, Rabu (22/4).

Model distribusi ini juga memberikan keuntungan bagi produsen lokal di desa. Mereka kini memiliki akses langsung untuk memasarkan produk ke pasar yang lebih luas tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan mereka.

Joao menambahkan, keberadaan koperasi justru berperan melengkapi ekosistem perdagangan nasional. Ia menilai ritel modern dan koperasi memiliki basis perhitungan bisnis yang berbeda. Menurutnya, ritel besar pun memiliki analisis dan studi kelayakan yang matang sebelum melakukan ekspansi ke wilayah tertentu.

Meski begitu, ia mengakui bahwa implementasi program ini masih menyisakan beberapa aspek teknis yang perlu dimatangkan, termasuk rincian mekanisme penggajian bagi para pengelola koperasi.

Pemerintah Susun Ulang Peta Ritel Desa

Upaya penguatan koperasi ini sejalan dengan langkah pemerintah yang sedang menyusun ulang peta perdagangan ritel di wilayah perdesaan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebelumnya telah mengimbau jaringan ritel modern, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), untuk menghentikan penambahan gerai baru di desa.

Langkah tersebut diambil guna memberikan ruang bagi koperasi desa untuk menjadi pusat distribusi utama bagi barang kebutuhan pokok di tingkat lokal.

“Setop bikin ritel modern di desa, biarkan di desa itu koperasi desa yang jualan,” tegas Ferry dalam keterangannya.

Menurut Ferry, terdapat perbedaan fundamental antara ritel modern dan koperasi, terutama pada mekanisme perputaran ekonomi. Jika keuntungan ritel modern cenderung mengalir kepada para pemegang saham, koperasi justru memungkinkan perputaran ekonomi tetap terjaga di dalam lingkup desa.

Kendati membatasi ekspansi ritel modern, pemerintah tetap membuka peluang kolaborasi. Produk-produk yang belum mampu disediakan oleh koperasi nantinya tetap dapat dipasok oleh jaringan ritel modern demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com CIMAHI. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan membagi dividen sebesar Rp 10 miliar setara dengan Rp 1,38 per saham. Keputusan ini telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu, 22 April 2026 di Kota Cimahi, Jawa Barat. Dividen tersebut dijadwalkan akan dibagikan pada 22 Mei 2026. Pembagian dividen didasari atas kinerja positif BELL pada tahun buku 2025. BELL mencatatkan laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja emiten properti diperkirakan masih stabil pasca Bank Indonesia menahan suku bunga di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2026. Asal tahu saja, BI kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21–22 April 2026. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand mengatakan, BI rate yang ditahan di level 4,75%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026. Kerugian bersih perusahana pelat merah ini menurun signifikan seiring penguatan kinerja operasional dalam fokua transformasi yang dijalankan Perusahaan. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, GIAA membukukan rugi bersih tau rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk mencapai US$ 46,48 juta, menyusut 39,2% secara tahunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026), setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,1 poin, atau 0,25% ke level 49.271,5. Indeks S&P 500 naik 38,9 poin, atau 0,55% ke level 7.102,91, sementara Indeks Nasdaq Composite naik 202,3 poin, atau 0,83% ke level…