Tutup
Regulasi

BI Rilis MCoC Edisi V untuk Perkuat Etika Pasar Keuangan

69
×

BI Rilis MCoC Edisi V untuk Perkuat Etika Pasar Keuangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan *Market Code of Conduct* (MCoC) edisi V atau yang dikenal sebagai *Brown Book* pada 15 April 2026. Peluncuran ini dilakukan bersama Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta *Association Cambiste Internationale – Financial Markets Association* (ACI FMA) untuk memperkuat standar etika di sektor keuangan nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menekankan bahwa penerapan kode etik ini sangat krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tekanan geopolitik dan dinamika kebijakan ekonomi. Menurutnya, standar ini dirancang untuk memitigasi risiko pasar yang timbul akibat penyimpangan perilaku profesional.

“Penerapan kode etik oleh pelaku pasar keuangan adalah faktor kunci untuk menjaga kredibilitas, efisiensi pembentukan harga, dan kepercayaan investor,” ujar Thomas dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Indonesia Jadi Pionir Adopsi Standar Global

Thomas mengungkapkan bahwa MCoC edisi V memiliki posisi strategis karena menempatkan Indonesia sebagai negara pertama yang mengadopsi pembaruan *ACI FMA Handbook* 2026 ke dalam standar domestik. Kebijakan ini juga telah mengintegrasikan *FX Global Code* edisi 2024.

*Handbook* tersebut menjadi rujukan utama bagi pelaku pasar, mencakup prinsip fungsi pasar, perilaku personal, kesiapan operasional, hingga aspek keamanan teknologi. Standar ini disusun untuk memastikan seluruh transaksi keuangan berjalan secara transparan, aman, dan etis.

Integritas sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kesempatan tersebut, Thomas menegaskan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada pendalaman pasar keuangan. Seiring dengan berkembangnya pasar yang semakin kompleks, penerapan kode etik yang kuat mutlak diperlukan untuk menjaga integritas.

“Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada upaya pendalaman pasar keuangan,” tegas mantan Wakil Menteri Keuangan tersebut.

Sinergi Menuju Target BPPU 2030

Bank Indonesia mendorong seluruh pelaku pasar keuangan untuk mengimplementasikan kode etik ini secara konsisten. Sinergi antara otoritas dan pelaku pasar diharapkan dapat membentuk industri Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) yang lebih aktif dan kompeten.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis Bank Indonesia dalam mencapai sasaran yang tertuang dalam *Blueprint* Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030.