Tutup
EkonomiNewsPerdagangan

Pemko Padang Perketat Inflasi Jelang Idul Adha

74
×

Pemko Padang Perketat Inflasi Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini
jelang-idul-adha,-pemko-padang-perkuat-pengendalian-inflasi
Jelang Idul Adha, Pemko Padang Perkuat Pengendalian Inflasi

Padang – Pemerintah Kota Padang memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dengan menggerakkan koordinasi lintas lembaga dan pemantauan langsung di lapangan. Langkah ini menjadi sorotan utama dalam High Level Meeting tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang yang berlangsung di Gedung Putih, kediaman resmi Wali Kota Padang, Kamis (7/5/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan pengendalian inflasi tak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Menurut dia, pemerintah daerah harus bergerak bersama Bank Indonesia, Bulog, BPS, Pertamina, pelaku usaha, dan perangkat daerah agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak.

“Sesua arahan Bapak Wali Kota, Pemko Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama mendekati Hari Raya Idul Adha,” kata Maigus saat membuka rapat.

Ia menjelaskan,tekanan harga berpotensi datang dari beberapa arah sekaligus. Gangguan global di Timur Tengah, kata dia, dapat memicu kenaikan harga minyak dan tiket pesawat.Di saat yang sama, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat menjelang hari raya, sementara biaya distribusi juga bisa terdorong naik oleh fluktuasi harga bahan bakar.

Untuk meredam gejolak itu, Pemko Padang telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 104 kelurahan. Program ini dijalankan bersama Bulog dan Bank Indonesia agar warga bisa memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah kota juga mendorong urban farming atau pemanfaatan pekarangan rumah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga. Langkah ini diharapkan membantu menekan tekanan harga dari tingkat rumah tangga.

Dari sisi pasokan, Kepala Dinas Pangan Provinsi sumatera Barat Iqbal Ramadi Payana menyebut stok 12 komoditas pangan strategis di daerah itu masih surplus dan aman untuk menghadapi Idul Adha. Meski begitu, ia mengingatkan sejumlah komoditas tetap perlu diawasi ketat karena sensitif terhadap gejolak harga.

Komoditas yang dimaksud antara lain cabai merah,bawang merah,daging sapi,dan daging kerbau. Iqbal menyebut stok beras di Kota Padang saat ini mencapai 33.506 ton,dengan surplus sekitar 25 ribu ton dan daya tahan hingga 90 hari.

“Untuk cabai merah tercatat 1.313 ton dengan ketahanan enam hari, sedangkan bawang merah 492 ton dengan ketahanan 12 hari,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Andy Setyo Biwado mengatakan inflasi Sumatera Barat pada April 2026 masih terjaga. Secara year-on-year, inflasi tercatat 1,97 persen dan berada di bawah target nasional.

Andy menjelaskan, sejumlah komoditas yang memberi andil terhadap inflasi di Kota Padang antara lain angkutan udara, bawang merah, jengkol, minyak goreng, dan laptop. Adapun beberapa komoditas lain justru mengalami deflasi, seperti cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan emas perhiasan.