Properti

Monetisasi PIK2 Kerek Laba PANI dan CBDK di Semester I 2026

71
×

Monetisasi PIK2 Kerek Laba PANI dan CBDK di Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Papan nama PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) di kawasan pengembangan properti PIK2.
Kinerja keuangan PANI dan CBDK meningkat signifikan berkat monetisasi kawasan PIK2 pada semester I 2026.

JAKARTA – Emiten properti yang terafiliasi dengan konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang semester I 2026. Kinerja impresif kedua perusahaan tersebut didorong oleh keberhasilan monetisasi kawasan PIK2 melalui penjualan lahan, properti residensial, dan komersial.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,68 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan luar biasa sebesar 483,78% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp285,86 miliar.

Pendapatan neto PANI juga tercatat tumbuh sebesar 77,61% menjadi Rp2,92 triliun. Penjualan tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan nilai mencapai Rp2,86 triliun.

Di sisi lain, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turut mencatatkan performa keuangan yang kuat dengan laba bersih mencapai Rp1,68 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 225,49% secara tahunan atau year-on-year.

Pendapatan neto CBDK meningkat 84,18% menjadi Rp2,2 triliun pada semester pertama tahun ini. Penjualan tanah dan bangunan kembali mendominasi pendapatan perusahaan dengan kontribusi sebesar Rp2,15 triliun.

Secara total, emiten properti di bawah naungan grup Aguan ini berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp2,13 triliun hingga Juni 2026. Capaian ini dinilai solid di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sektor properti nasional.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menjelaskan bahwa pertumbuhan PANI didorong oleh kuatnya penjualan residensial dan percepatan serah terima unit kepada konsumen. Sementara itu, CBDK memperoleh dorongan dari penjualan lahan komersial, Bizpark, dan produk residensial seiring dengan pengembangan kawasan CBD PIK2.

Menurut Brigita, prospek valuasi kedua emiten tersebut masih memiliki peluang untuk terus meningkat (re-rating). Hal ini bergantung pada konsistensi pengembangan kawasan PIK2 sesuai dengan rencana strategis perusahaan.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie, menambahkan bahwa lonjakan laba PANI juga dipengaruhi oleh pendapatan non-berulang atau one-off sebesar Rp1,2 triliun dari PT Fin Centerindo Tiga. Selain itu, peningkatan kepemilikan saham di CBDK turut memperbesar kontribusi laba konsolidasi bagi PANI.

Meskipun kinerja semester I sangat memuaskan, para analis memperkirakan pertumbuhan pada paruh kedua tahun 2026 akan cenderung lebih moderat. Namun, kinerja sepanjang tahun diproyeksikan tetap positif seiring dengan terjaganya target marketing sales.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyoroti beberapa katalis positif bagi kedua emiten tersebut di semester II 2026. Faktor pendukung utama meliputi akselerasi penjualan lahan komersial, optimalisasi aset CBD PIK2, serta peningkatan konektivitas infrastruktur seperti Jalan Tol KATARAJA.

Para analis tetap mengingatkan investor untuk terus mencermati kualitas arus kas perusahaan. Selain itu, penyelesaian infrastruktur kawasan dan eksekusi pipeline penjualan menjadi poin krusial yang akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan kedua emiten ini ke depan.