Energi

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai Hari Ini

53
×

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai Hari Ini

Sebarkan artikel ini
SPBU Pertamina yang melayani pengisian BBM Pertamax di Jakarta.
PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026.

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia mulai Sabtu, 1 Agustus 2026. Harga Pertamax (RON 92) mengalami penurunan sebesar Rp300 menjadi Rp15.950 per liter dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter.

Kebijakan penurunan harga ini tidak hanya berlaku untuk Pertamax, tetapi juga mencakup beberapa produk BBM non-subsidi lainnya. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk respons perusahaan terhadap tren rata-rata harga minyak dunia.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa langkah ini mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah. Kebijakan diambil dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.

Selain Pertamax, produk BBM Pertamax Turbo (RON 98) kini turun menjadi Rp18.300 per liter dari harga sebelumnya Rp19.300 per liter. Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter.

Namun, tidak semua jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan. Harga Pertamina Dex tercatat tetap berada di angka Rp21.150 per liter, sementara Dexlite tetap dijual dengan harga Rp19.700 per liter.

Untuk kategori BBM bersubsidi, Pertamina menegaskan tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter.

Daftar harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%. DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang menerapkan standar harga tersebut.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan energi berkualitas bagi masyarakat. Perusahaan memastikan keandalan pasokan BBM tetap terjaga di seluruh pelosok negeri.

Di sisi lain, jaringan SPBU swasta BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga pada produk mereka. BP 92 kini dibanderol Rp16.130 per liter, turun dari harga sebelumnya sebesar Rp16.670 per liter.

Produk BP Ultimate juga mengalami penurunan harga menjadi Rp16.760 per liter dari sebelumnya Rp17.240 per liter. Namun, berbeda dengan dua produk lainnya, harga BP Ultimate Diesel justru mengalami kenaikan menjadi Rp21.910 per liter.

Bagi masyarakat, penurunan harga pada beberapa jenis BBM non-subsidi ini menjadi perhatian. Meski demikian, sebagian pengguna menilai selisih penurunan harga sebesar Rp300 pada produk Pertamax belum memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran harian.

Pihak Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga akan terus dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan dinamika harga minyak mentah di pasar global.

Seluruh masyarakat dapat memantau perkembangan harga BBM terbaru melalui laman resmi Pertamina. Informasi ini menjadi acuan bagi konsumen dalam merencanakan kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka setiap harinya.