Tutup
NewsPendidikanTeknologi

Rektor UNAND Dorong Lulusan Adaptif Hadapi Era AI

75
×

Rektor UNAND Dorong Lulusan Adaptif Hadapi Era AI

Sebarkan artikel ini
unand-dorong-wisudawan-adaptif-menghadapi-era-ai
UNAND Dorong Wisudawan Adaptif Menghadapi Era AI

padang – Rektor Universitas Andalas efa Yonnedi menegaskan kecerdasan buatan justru membuka peluang baru bagi lulusan perguruan tinggi, bukan menjadi ancaman yang harus ditakuti di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Pesan itu ia sampaikan saat Wisuda II tahun 2026 Universitas Andalas di Auditorium UNAND, sabtu (9/5/2026). Di hadapan para wisudawan, Efa mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah hampir semua sektor kerja dan menuntut lulusan bergerak lebih lincah.

“Teknologi itu akan menciptakan banyak peluang,asalkan kita mau beradaptasi cepat,” ujarnya. Ia menambahkan, sebagian profesi memang akan tergeser, tetapi pada saat yang sama muncul jenis pekerjaan baru yang sebelumnya belum dikenal.

Efa menyebut dunia saat ini berada dalam situasi VUCA, yakni penuh ketidakpastian, bergerak sangat cepat, dan makin kompleks. Dalam kondisi seperti itu, AI bisa menyelesaikan pekerjaan yang dulu memakan waktu berhari-hari hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, ia meminta lulusan UNAND tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kesiapan mental dan kebiasaan belajar tanpa henti.Menurut dia, lulusan masa kini harus menjadi generasi future ready, yakni siap menyambut masa depan dengan sikap adaptif, terus belajar, dan tetap menjaga integritas.

“Future ready bukan berarti tahu semua jawaban, tetapi punya kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri,” kata Efa.

Ia juga menyoroti pentingnya long life learning agar alumni tetap relevan dengan kebutuhan industri yang bergerak cepat. Di sisi lain, jejaring pertemanan dan profesional dinilai menjadi modal penting untuk membuka akses studi lanjutan maupun karier.

“Mereka harus terus belajar dan membangun networking dengan siapa saja,termasuk untuk peluang studi maupun karier,” lanjutnya.

Untuk menjawab tantangan itu, UNAND mulai memasukkan materi kecerdasan buatan, data analitik, dan kewirausahaan ke berbagai program studi.Efa menilai setiap prodi perlu memahami penerapan teknologi sesuai bidang masing-masing.

“Jadi bukan hanya belajar teori, tetapi memahami bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujarnya.

Ia menegaskan lulusan juga harus memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat berusaha. Kampus, menurut dia, tidak boleh hanya melahirkan pencari kerja, melainkan juga calon pencipta lapangan kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Efa memaparkan sederet capaian UNAND. Hingga 2028, kampus itu telah mengantongi akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT. Sebanyak 57 persen program studi juga sudah berstatus akreditasi unggul.

Di level internasional, UNAND kembali masuk pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2025. Kampus ini menempati posisi ke-8 nasional dan peringkat 201-250 dunia dalam interdisciplinary science Ranking THE.

Transformasi digital kampus pun terus berjalan melalui penerapan tanda tangan elektronik pada ijazah, platform MyUNAND, SAKU Digital, dan layanan administrasi terpadu satu pintu. Sepanjang 2025, UNAND telah meluluskan 8.180 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.

Saat ini, universitas tersebut memiliki lebih dari 32 ribu mahasiswa aktif dan 156 program studi. Efa juga memberikan apresiasi kepada Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, yang berhasil menyelesaikan studi.

“Keberhasilan Rafael menunjukkan bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Efa mengingatkan para lulusan agar menjaga rasa ingin tahu, kemampuan bekerja sama, dan nama baik dalam perjalanan karier mereka. “Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal dari perjuangan panjang,” katanya.