Emas

Harga Emas Antam Turun Hari Ini 8 Agustus 2026, Cek Rinciannya

40
×

Harga Emas Antam Turun Hari Ini 8 Agustus 2026, Cek Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Batangan emas Antam dengan logo Logam Mulia yang disusun rapi
Harga emas batangan PT Aneka Tambang turun sebesar Rp 29.000 per gram pada 8 Agustus 2026.

JAKARTA – Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan akhir pekan. Berdasarkan data per Jumat (7/8/2026), harga emas Antam terkoreksi sebesar Rp 29.000 per gram.

Saat ini, harga emas Antam berada di posisi Rp 2.650.000 per gram. Angka ini turun dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 2.679.000 per gram.

Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh pihak Logam Mulia. Harga buyback tercatat turun Rp 29.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.490.000 menjadi Rp 2.461.000 per gram.

Selisih harga jual dan harga buyback atau yang dikenal sebagai spread kini mencapai Rp 189.000 per gram. Perbedaan harga ini menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh para investor emas batangan.

Antam menetapkan dua jenis harga untuk emas produksinya. Harga emas merupakan nominal yang dibayarkan saat nasabah membeli logam mulia dari gerai resmi.

Sementara itu, harga buyback adalah nilai yang diterima investor saat menjual kembali emas tersebut ke pihak Antam. Investor perlu memahami perbedaan ini agar tidak keliru dalam menghitung potensi keuntungan maupun kerugian investasi.

Jika seorang investor membeli emas pada pagi hari, mereka harus membayar sebesar Rp 2.650.000 per gram. Namun, jika emas tersebut harus dijual kembali pada hari yang sama, harga yang diterima hanya sebesar Rp 2.461.000 per gram.

Kondisi spread yang cukup lebar ini mengindikasikan bahwa emas batangan lebih ideal untuk instrumen investasi jangka panjang. Investor diharapkan dapat menunggu kenaikan harga emas yang melampaui selisih beli dan jual agar memperoleh keuntungan optimal.

Dalam jangka pendek, fluktuasi harga sering kali membuat investor berada dalam posisi rugi jika harus segera mencairkan asetnya. Sebagai contoh, pembelian emas pada 31 Juli 2026 di harga Rp 2.623.000 per gram saat ini mencatatkan potensi kerugian sebesar 6,18 persen.

Potensi kerugian yang lebih besar terlihat pada pembelian emas di periode awal tahun 2026. Pembelian pada 7 Februari 2026 di harga Rp 2.920.000 per gram saat ini masih mencatatkan kerugian sekitar 15,72 persen.

Sebaliknya, investasi dalam jangka panjang terbukti memberikan imbal hasil yang positif. Investor yang membeli emas pada 7 November 2024 di harga Rp 1.513.000 per gram kini mencatatkan keuntungan sebesar 62,66 persen.

Demikian pula bagi mereka yang berinvestasi sejak 7 Februari 2025 dengan harga Rp 1.660.000 per gram, keuntungan yang diraih mencapai 48,25 persen. Data ini menegaskan bahwa durasi kepemilikan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko fluktuasi harga pasar.