Tutup
BisnisPerbankanProperti

ThirdHome Ekspansi Indonesia, Pangkas Biaya Liburan Mewah

88
×

ThirdHome Ekspansi Indonesia, Pangkas Biaya Liburan Mewah

Sebarkan artikel ini
ekspansi-di-ri,-thirdhome-tekan-biaya-menginap-saat-liburan-ala-sultan
Ekspansi di RI, ThirdHome Tekan Biaya Menginap saat Liburan ala Sultan

Jakarta – ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah asal global, resmi mengincar pasar Indonesia sebagai arena ekspansi barunya. Skema yang ditawarkan menyasar pemilik rumah kedua agar bisa berlibur di properti premium lain dengan biaya yang jauh lebih ringan,bahkan diklaim dapat menekan ongkos hingga 95 persen.

Direktur Strategi dan Operasi ThirdHome, Giles Adams, mengatakan indonesia menjadi pasar penting dalam strategi perusahaan. “Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami,” ujarnya dalam Media Luncheon di jakarta, Rabu (15/5).Di tengah tekanan ekonomi global, ThirdHome melihat potensi besar dari maraknya kepemilikan vila dan resor kelas atas di sejumlah destinasi wisata Indonesia. Adams menjelaskan, sistem pertukaran ini memberi peluang bagi pemilik rumah kedua untuk bepergian tanpa harus menanggung tarif sewa konvensional.

Mekanismenya, anggota lebih dulu mendaftarkan rumah keduanya agar bisa ditempati anggota lain selama dua pekan. untuk bergabung, nilai properti minimal ditetapkan sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp8,8 miliar dengan asumsi kurs Rp17.600 per dolar AS.Sebagai imbalannya, pemilik rumah memperoleh kredit perjalanan atau keys. Kredit itu kemudian bisa dipakai untuk menginap di properti mewah milik anggota lain di berbagai destinasi yang tersedia. Menurut Adams, model ini membuat aset tetap produktif tanpa harus repot mengurus penyewaan jangka pendek.

Bagi anggota yang bepergian, biaya yang dibayarkan ke klub relatif kecil, yakni antara US$495 hingga US$1.995 per pekan. Angka itu jauh di bawah tarif sewa biasa yang umumnya dihitung per malam.ThirdHome berdiri pada 2010 dan kini mengelola sekitar 30 ribu rumah liburan di lebih dari 2.500 destinasi di 100 negara. Perusahaan ini juga bermitra dengan lebih dari 150 resor mewah, dengan rata-rata nilai properti mencapai US$2,4 juta atau sekitar Rp42,2 miliar.

Di Indonesia, jaringan ThirdHome telah mencakup puluhan vila dan residensi mewah di Bali, Lombok, dan Sumba. Adams menyebut perusahaan saat ini memiliki 85 vila dan resor mewah di Tanah Air,sementara 60 rumah mewah lainnya masih dalam proses untuk bergabung.

Direktur Utama ThirdHome, Wade Shealey, menilai Indonesia menjadi target strategis berikutnya di Asia Tenggara. Menurut dia, kombinasi reputasi global Bali, tingginya konsentrasi rumah kedua premium, serta basis bisnis perusahaan yang sudah kuat di Australia membuat Indonesia sangat menarik.

“Indonesia adalah pilihan yang jelas untuk fase ekspansi kami berikutnya di Asia Tenggara,” kata Shealey dalam pernyataan terpisah.