Tutup
EkonomiInvestasiPerbankanPolitik

Kepercayaan Pasar Jadi Kunci Tekan Gejolak Rupiah

113
×

Kepercayaan Pasar Jadi Kunci Tekan Gejolak Rupiah

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini lebih ditentukan oleh kemampuan otoritas membangun kepercayaan dan mengelola ekspektasi pasar daripada sekadar intervensi teknis, kata Anggota Komisi XI DPR Muhammad Kholid.

Pernyataan itu disampaikan Kholid dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Gubernur Bank Indonesia di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia menekankan bahwa respons kebijakan harus menyentuh aspek komunikasi dan koordinasi, bukan hanya operasi pasar jangka pendek.

Menurut Kholid, dinamika pasar kini bergerak sangat cepat dan didominasi oleh persepsi.”Perlu manajemen ekspektasi yang strategis, bukan hanya kebijakan teknis,” ujarnya, seraya meminta pesan bersama dari pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan otoritas fiskal untuk mencegah kekhawatiran berlebihan di kalangan investor.

Ia menjelaskan pola baca investor telah berubah: pasar lebih banyak mem-pricing risiko masa depan (forward risk) ketimbang sekadar mengandalkan data historis. Kholid merujuk pada teori rational expectations ala Robert Lucas untuk menggambarkan bagaimana ekspektasi masa depan telah masuk ke dalam keputusan saat ini.

Tantangan utama, kata Kholid, adalah meredam narasi yang membandingkan kondisi sekarang dengan krisis 1998. Trauma kolektif itu masih memengaruhi penilaian publik dan pelaku pasar terhadap pergerakan ekonomi.

untuk itu Kholid mendesak sinergi tindakan-moneter, pengawasan pasar modal, kebijakan fiskal, dan pelaku jasa keuangan-agar sinyal yang dikirim ke pasar meyakinkan bahwa situasi saat ini berbeda jauh dibandingkan masa krisis. Dengan langkah terkoordinasi, ia optimistis kepanikan dapat diredam dan stabilitas rupiah terjaga.