Tutup
Teknologi

WWF-Indonesia Gandeng Gamer Kampanyekan Aksi Iklim Lewat Gaming

143
×

WWF-Indonesia Gandeng Gamer Kampanyekan Aksi Iklim Lewat Gaming

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Komunitas gamer dan streamer kini mulai dilibatkan dalam upaya pelestarian lingkungan melalui diskusi bertajuk Mindful Gaming di Point Arena Gaming House, Jakarta. WWF-Indonesia bersama Tencent menggagas kolaborasi ini untuk mengedukasi generasi muda mengenai aksi iklim lewat pendekatan yang lebih relevan dengan dunia digital.

Para penggiat game dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk tren serta solidaritas di kalangan anak muda.Diharapkan, keterlibatan mereka dapat mengubah cara pandang komunitas digital terhadap krisis iklim yang dampaknya semakin nyata saat ini.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Agustus 2025 mencatat, rata-rata durasi bermain game online di Indonesia mencapai 1-2 jam per hari. Aktivitas tersebut ternyata menghasilkan emisi karbon sekitar 70-150 g CO₂e per jam.

menanggapi data tersebut, influencer gamer Chibeg mengaku mulai menyadari kebiasaan kecil yang berdampak pada lingkungan. “Jujur, awalnya saya tidak peduli dan sering membiarkan charger terpasang atau lupa mematikan lampu. Setelah mengenal WWF-Indonesia, saya ingin mulai berubah dan belajar lebih banyak,” ungkapnya.

komitmen serupa juga datang dari streamer Hitman yang berjanji akan mengatur suhu AC ke level ideal dan mencabut charger saat tidak digunakan. Sementara itu, influencer Curly berencana beralih ke perangkat elektronik yang lebih hemat energi sebagai bentuk kontribusi nyata.

Curly menambahkan, aksi “1 jam untuk Bumi” harus dimulai dari kesadaran individu melalui hal-hal sederhana. Senada dengan hal itu, influencer Ravon mengajak komunitasnya untuk lebih disiplin dalam mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai.

Diskusi ini merupakan bagian dari kampanye Beyond teh Hour, sebuah inisiatif lanjutan Earth Hour untuk mendorong aksi keberlanjutan setiap hari. Melalui keterlibatan para gamer, narasi bahwa aksi lingkungan bisa dilakukan dari mana saja diharapkan dapat semakin luas.

Sebagai tindak lanjut, keempat influencer tersebut akan menggelar sesi live streaming pada 22 Mei 2026. Aksi yang bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati ini bertujuan mengajak audiens lebih luas untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.