Tutup
BisnisNewsPerbankan

BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital melalui Program Desa BRILiaN

127
×

BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital melalui Program Desa BRILiaN

Sebarkan artikel ini
bri-resmikan-kick-off-desa-brilian-2026-untuk-dorong-transformasi-desa-5.0
BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui kegiatan kick-off yang dilaksanakan secara daring, Kamis (7/5/2026). Inisiatif yang menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi di pedesaan.

Tahun ini, program tersebut mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”. Fokus utamanya adalah memacu transformasi desa lewat integrasi inovasi teknologi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, hadir dalam pembukaan tersebut bersama Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya dan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. Yandri menekankan pentingnya posisi desa sebagai subjek utama penggerak ekonomi nasional, bukan sekadar objek pembangunan.

“Konsep Bangun Desa, Bangun Indonesia adalah upaya memperkuat pilar ekonomi kerakyatan,” tegas Yandri. Menurutnya, Desa BRILiaN merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem desa yang melek teknologi tanpa harus kehilangan akar budaya lokalnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menambahkan bahwa program berbasis social entrepreneurship ini akan berjalan dalam dua batch hingga November 2026. Langkah ini diambil agar desa lebih adaptif dalam menghadapi arus transformasi digital yang kian masif.

“Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” ujar Akhmad. Ia berharap program ini mampu mencetak desa yang lebih inovatif dan berdaya saing.

Para peserta program akan mengikuti tiga fase utama, yakni empowerment melalui pelatihan daring selama dua bulan, pendampingan intensif, hingga tahap graduation. Materi yang diberikan mencakup tata kelola dana desa, keuangan BUMDes, koperasi, hingga strategi pengembangan sektor pertanian dan pariwisata.