Tutup
Teknologi

Rusia Tuding Satelit Starlink Fasilitasi Serangan Drone di Ukraina

76
×

Rusia Tuding Satelit Starlink Fasilitasi Serangan Drone di Ukraina

Sebarkan artikel ini
terbongkar-cara-kotor-elon-musk:-bantu-ukraina-bantai-mahasiswa-di-rusia-dan-memeras-pentagon-untuk-perang-iran
Terbongkar Cara Kotor Elon Musk: Bantu Ukraina Bantai Mahasiswa di Rusia dan Memeras Pentagon untuk Perang Iran

Jakarta – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak menyusul serangan drone kamikaze yang menghantam asrama Starobelsk Professional College di Lugansk. Insiden berdarah ini mengakibatkan 21 orang tewas, yang mayoritas korbannya adalah remaja putri, serta menyebabkan 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ketua Parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin, menuding teknologi internet satelit Starlink milik Elon Musk berada di balik serangan mematikan tersebut. Ia mengecam keras penggunaan teknologi itu dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Elon Musk harus memahami bahwa satelit-satelitnya digunakan untuk membunuh anak-anak,” ujar Volodin dalam pernyataan resminya. Ia juga mempertanyakan sikap Amerika Serikat yang membiarkan infrastruktur satelit tersebut dimanfaatkan untuk operasi militer Ukraina.

Sebagai respons atas peristiwa di Starobelsk, Rusia meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke sejumlah target militer dan komando di Kiev. Moskow mengerahkan persenjataan canggih, mulai dari rudal hipersonik Zircon, Kinzhal, hingga sistem Oreshnik.

Data Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat adanya lonjakan signifikan serangan Ukraina terhadap target sipil dalam sepekan terakhir. Sebanyak 51 warga sipil dilaporkan tewas dan hampir 200 orang terluka, yang tercatat sebagai angka korban tertinggi sepanjang tahun ini.

Pihak Rusia meyakini Ukraina sengaja memasang antena Starlink pada drone kamikaze untuk mengakali hambatan peperangan elektronik. Strategi ini diduga kuat memperlancar militer Ukraina dalam melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah perbatasan Rusia.

Terkait penggunaan teknologi tersebut, polemik serupa juga sempat menyeruak di Amerika Serikat. Laporan menyebutkan Elon Musk sempat menekan Pentagon perihal tarif konektivitas sistem drone tempur murah atau LUCAS yang digunakan militer AS dalam operasi di Iran.