Tutup
NewsPolitik

Pemkot Payakumbuh Jadikan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia

114
×

Pemkot Payakumbuh Jadikan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini
upacara-peringatan-hari-lahir-pancasila-di-kota-payakumbuh,-wawako-jadi-irup
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Payakumbuh, Wawako Jadi Irup

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh menekankan pentingnya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan berbangsa. Hal ini menjadi fondasi krusial bagi daerah untuk menjaga persatuan internal sekaligus berkontribusi pada perdamaian dunia.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan komitmen tersebut saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota, Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menyoroti Pancasila sebagai perekat utama keberagaman identitas bangsa.

Menurut Elzadaswarman, Pancasila berperan sebagai bintang penuntun yang menjaga stabilitas bangsa di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata keberhasilan dalam menyatukan keberagaman ke dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, ia turut menyoroti peran Indonesia di kancah internasional. Elzadaswarman meyakini nilai musyawarah dalam Pancasila merupakan instrumen diplomasi yang sangat ampuh untuk menjembatani berbagai konflik global.

“Ini adalah fondasi kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai-nilai kita sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menghentikan konflik dan menyuarakan keadilan,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak menjadikan Pancasila sekadar hafalan atau simbol semata. Nilai luhur tersebut harus diimplementasikan dalam keseharian untuk membentengi diri dari arus informasi digital yang berpotensi memecah belah bangsa.

Selain itu, Elzadaswarman mengingatkan aparatur pemerintah untuk terus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Ia menekankan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi serta radikalisme yang dapat mengganggu harmoni sosial.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum penguat semangat gotong royong bagi seluruh elemen masyarakat. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.