JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026) dengan menguat 66,23 poin atau 1,10% ke level 6.108,20. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan konglomerasi.
Tercatat sebanyak 372 saham mengalami kenaikan, sementara 238 saham terkoreksi dan 185 saham lainnya ditutup stagnan. Total volume perdagangan mencapai 29,90 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp13,04 triliun.
Penguatan indeks hari ini didukung oleh sentimen positif domestik, yakni realisasi investasi asing langsung (FDI) kuartal II 2026 yang tumbuh signifikan sebesar 27,4% secara tahunan (YoY). Angka investasi tersebut mencapai rekor tertinggi dengan nilai Rp257,7 triliun.
Selain itu, apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ke level Rp18.011 turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik. Penguatan indeks juga selaras dengan respons positif pasar global terhadap data Producer Price Index (PPI) AS yang melambat menjadi 5,5% YoY.
Analis menilai, kenaikan IHSG didorong oleh performa emiten sektor perbankan seperti BMRI dan BBRI. Saham lain seperti AMMN dan ASII juga tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap laju indeks sepanjang hari ini.
Meskipun tren teknikal saat ini menunjukkan momentum positif, investor tetap diimbau untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan. Pelaku pasar dinilai masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed yang dipengaruhi oleh data ekonomi AS.
Untuk perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG diproyeksikan akan bergerak menguat terbatas. Indeks diperkirakan akan menguji area resistance di kisaran 6.130 hingga 6.150, dengan level support berada pada rentang 6.000 hingga 6.050.
Sejumlah faktor eksternal diprediksi akan membayangi pergerakan pasar besok. Di antaranya adalah rilis data penjualan ritel (retail sales) AS, dinamika nilai tukar rupiah, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas harga energi global.
Para analis merekomendasikan investor untuk mencermati beberapa saham pilihan dengan target harga tertentu. Saham-saham yang direkomendasikan antara lain INCO, ISAT, OASA, ANTM, ARTO, dan ARCI.
Strategi selektif tetap diperlukan mengingat ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih membayangi. Investor disarankan untuk tetap memantau data ekonomi terkini sebagai basis pengambilan keputusan investasi di tengah fluktuasi pasar yang masih mungkin terjadi pada penutupan pekan ini.






