Perbankan

Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen pada Juni 2026

1
×

Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen pada Juni 2026

Sebarkan artikel ini
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memberikan keterangan pers terkait kinerja perbankan nasional.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 12,67 persen pada Juni 2026.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan akselerasi signifikan pada kinerja intermediasi perbankan nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) per Juni 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan cukup tajam dibandingkan realisasi pada Mei 2026 yang berada di posisi 11,51 persen yoy.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa penguatan ini mencerminkan peran vital sektor perbankan dalam menopang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi domestik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (22/7/2026).

Kinerja positif tersebut didorong oleh lonjakan pada segmen kredit investasi yang tumbuh hingga 24,90 persen yoy. Sementara itu, kredit modal kerja tercatat tumbuh sebesar 8,94 persen yoy dan kredit konsumsi meningkat 5,75 persen yoy.

Melihat tren positif tersebut, BI optimistis pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran target 8 persen hingga 12 persen. Proyeksi ini didukung oleh tingginya permintaan pembiayaan dari sektor riil.

Data perbankan menunjukkan masih terdapat fasilitas pinjaman yang belum ditarik atau undisbursed loan sebesar Rp2.490 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 21,52 persen dari total plafon kredit yang tersedia di industri perbankan.

Dari sisi penawaran, minat perbankan untuk menyalurkan kredit atau lending appetite dinilai tetap longgar. Hal ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Tercatat (DPK) yang mencapai 10,21 persen yoy.

BI juga berupaya mendorong pertumbuhan lebih lanjut melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Kebijakan ini diharapkan dapat membuat suku bunga perbankan lebih kompetitif bagi para debitur.

Tercatat pada Juni 2026, suku bunga deposito tenor satu bulan berada di level 4,76 persen. Adapun suku bunga kredit perbankan rata-rata berada pada posisi 8,81 persen.

Perry memastikan bahwa kondisi perbankan nasional tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global. Industri perbankan saat ini memiliki permodalan yang kuat serta tingkat risiko yang terukur.

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional per Mei 2026 berada di level 23,74 persen. Angka ini dinilai sangat memadai untuk menyerap potensi risiko sekaligus mendukung ekspansi kredit berkelanjutan.

Kualitas aset perbankan juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang rendah. NPL bruto tercatat sebesar 2,17 persen, sementara NPL neto berada di angka 0,84 persen per Mei 2026.

Hasil stress test yang dilakukan BI menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat terhadap berbagai guncangan eksternal. Salah satunya adalah risiko dampak rambatan dari konflik geopolitik di Timur Tengah.

Ketahanan ini ditopang oleh profitabilitas dan kemampuan bayar korporasi yang tetap terjaga dengan baik. BI berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan makroprudensial guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus ditingkatkan untuk memastikan kecukupan likuiditas. Selain itu, BI juga akan terus memitigasi risiko segmentasi likuiditas antarbank agar sistem keuangan tetap stabil.Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen pada Juni 2026