NewsPendidikanTeknologi

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi Digital Jurnalis Kampus

77
×

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi Digital Jurnalis Kampus

Sebarkan artikel ini
kemnaker-gandeng-ijti-tingkatkan-kompetensi-digital-jurnalis-kampus
Kemnaker Gandeng IJTI Tingkatkan Kompetensi Digital Jurnalis Kampus

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis kampus. Kolaborasi ini difokuskan pada penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta penguatan literasi di bidang ketenagakerjaan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kerja sama ini rencananya akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

Lingkup kemitraan ini mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi literasi, hingga dukungan sarana prasarana bagi generasi muda. Cris Kuntadi menekankan bahwa peran media sangat krusial dalam menyebarkan informasi ketenagakerjaan yang akurat dan edukatif.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI,” ujar Cris.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, disrupsi digital menuntut kesiapan kompetensi yang dinamis, sehingga program upskilling dan reskilling menjadi langkah vital bagi angkatan kerja baru agar mampu bersaing di pasar global.

Selain pengembangan SDM, sinergi ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan ekosistem layanan digital “SiapKerja” kepada khalayak luas. Platform tersebut menyediakan akses lengkap, mulai dari peningkatan kompetensi, penempatan kerja, hingga jaminan sosial.

Kemnaker berharap mahasiswa yang terlibat dalam program ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Para mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat agar lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing.