Teknologi

Era AI Datang, Ancaman Serangan Siber Ikut Meningkat

56
×

Era AI Datang, Ancaman Serangan Siber Ikut Meningkat

Sebarkan artikel ini

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Mulai dari analisis data, layanan pelanggan, hingga otomatisasi operasional, AI mulai menjadi bagian penting dalam transformasi digital.

Namun di balik berbagai manfaat tersebut, muncul tantangan baru yang tak kalah besar, yakni keamanan siber. Semakin banyak sistem bisnis yang terhubung secara digital, semakin besar pula potensi serangan siber yang mengintai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini menjadi perhatian berbagai pelaku industri teknologi di Indonesia. Salah satunya mengemuka dalam BRAVO 500 Summit 2026, forum yang mempertemukan pelaku industri, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas perkembangan AI dan transformasi digital.

Dalam forum tersebut, para pelaku industri menyoroti pentingnya membangun fondasi digital yang kuat sebelum mengadopsi AI secara luas. Pasalnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan bekerja optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.

CEO Hypernet Technologies, Sudianto Oei, mengatakan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi AI itu sendiri. Menurutnya, keamanan siber dan integrasi data menjadi fondasi penting dalam transformasi digital perusahaan.

“Artificial Intelligence telah menjadi katalis utama dalam transformasi digital perusahaan. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan juga oleh kesiapan infrastruktur digital, keamanan siber, serta integrasi data yang menjadi fondasinya,” ujarnya, dikutip Rabu 17 Juni 2026.

BRAVO 500 Summit 2026 Ancaman keamanan siber sendiri terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital. Serangan seperti pencurian data, ransomware, hingga penyalahgunaan sistem berbasis AI menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi perusahaan.

Kondisi tersebut membuat perusahaan tak cukup hanya berinvestasi pada aplikasi AI. Mereka juga perlu memperkuat sistem keamanan, pengelolaan data, serta infrastruktur cloud agar operasional bisnis tetap aman dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, pemanfaatan AI juga mulai membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan. Teknologi ini mampu menghasilkan analisis data lebih cepat sehingga perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih baik.

Meski demikian, transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi terbaru. Keberhasilan implementasi AI justru sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem digital yang aman, terintegrasi, dan mampu beradaptasi dengan ancaman siber yang terus berkembang.

Wapres Gibran Ajak Seluruh Pelajar dan Guru di Indonesia Kuasai AI, Ini Alasannya Gibran mengajak seluruh pelajar dan guru di Indonesia untuk menguasai teknologi artificial intelligence (AI) guna menghadapi transformasi digital yang masif.

VIVA.co.id

17 Juni 2026