JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan secara bertahap sepanjang Agustus 2026. Optimisme pasar didorong oleh valuasi saham domestik yang menarik serta potensi arus modal asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa probabilitas IHSG untuk ditutup di zona hijau pada akhir Agustus berada di kisaran 60% hingga 65%. Indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang 6.050 hingga 6.450.
Secara historis, bulan Agustus merupakan periode yang cukup positif bagi pasar saham domestik. Data mencatat IHSG selalu membukukan penguatan dalam enam tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan mencapai 2,83%.
Momentum ini muncul setelah IHSG mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 10,28% sepanjang Juli 2026. Pencapaian tersebut menjadi kenaikan bulanan terbaik sejak awal tahun, meskipun volatilitas pasar tetap menjadi perhatian investor.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama, juga mengonfirmasi peluang penguatan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan indeks kemungkinan akan lebih moderat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Ketidakpastian domestik menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju indeks. Pelaku pasar saat ini masih menanti kepastian mengenai suksesi kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia yang baru.
Selain itu, investor tengah memantau penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Fokus utama tertuju pada asumsi pertumbuhan ekonomi, proyeksi defisit, serta arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.
Dari sisi eksternal, dinamika pasar global turut dipengaruhi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Data ini akan menjadi acuan bagi investor dalam membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Elandry menambahkan bahwa level 6.150 saat ini menjadi titik support krusial bagi IHSG. Sementara itu, area 6.400 hingga 6.450 berpotensi menjadi resistance jika tidak ada katalis positif tambahan.
Strategi investasi yang disarankan saat ini adalah mencermati sektor perbankan dengan fundamental yang solid. Saham seperti BBCA, BBRI, dan BMRI dinilai memiliki likuiditas yang kuat untuk menghadapi fluktuasi pasar.
Di sisi lain, saham TLKM direkomendasikan sebagai pilihan defensif dengan valuasi yang relatif atraktif. Saham ini diprediksi menjadi tujuan aliran modal saat tingkat volatilitas pasar meningkat.
Liza Camelia Suryanata menambahkan bahwa IHSG saat ini sedang menjalani fase konsolidasi sehat menuju tren bullish. Indeks dinilai perlu menembus level 6.220 untuk mengonfirmasi kelanjutan penguatan menuju target akhir tahun di angka 7.000.
Selain sektor perbankan dan telekomunikasi, pelaku pasar juga dapat melirik emiten sektor logam seperti INCO dan ANTM. Diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci di tengah penantian katalis baru sepanjang Agustus ini.






