Bursa Saham

Asing Borong Saham UNTR dan BBCA, Nilai Net Buy Rp7,1 Triliun

60
×

Asing Borong Saham UNTR dan BBCA, Nilai Net Buy Rp7,1 Triliun

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG ditutup menguat seiring dengan aksi beli bersih investor asing senilai Rp7,1 triliun.

JAKARTA – Pasar modal Indonesia mencatatkan sentimen positif sepanjang pekan ini seiring dengan lonjakan minat investor asing yang melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 7,1 triliun. Capaian ini berbalik arah dibandingkan pekan sebelumnya, di mana pelaku pasar asing justru mencatatkan jual bersih sebesar Rp 3,36 triliun.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada akhir pekan ini. IHSG menguat 0,8 persen ke level 6.236,13, dengan akumulasi kenaikan indeks sebesar 0,6 persen dalam periode sepekan.

Kenaikan indeks tersebut turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar hingga mencapai Rp 10.923 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level Rp 10.870 triliun.

Berdasarkan catatan Stockbit, saham sektor perbankan dan alat berat menjadi sasaran utama akumulasi investor asing. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan nilai beli bersih tertinggi sebesar Rp 469,18 miliar.

Selanjutnya, investor asing juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih mencapai Rp 426,56 miliar. Selain kedua emiten tersebut, saham PT Timah Tbk (TINS) turut mencatatkan beli bersih sebesar Rp 243,99 miliar.

Namun, di tengah aksi beli tersebut, investor asing terpantau melepas sejumlah portofolio saham lainnya. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai jual bersih mencapai Rp 203,11 miliar.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi beli oleh investor asing sepanjang pekan ini mencapai Rp 29,77 triliun. Sementara itu, total transaksi jual tercatat sebesar Rp 22,67 triliun.

Struktur partisipasi pasar menunjukkan dominasi investor domestik masih bertahan dengan kontribusi mencapai 66 persen dari total transaksi. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan pekan lalu yang berada di posisi 69 persen.

Sebaliknya, porsi transaksi investor asing justru mengalami peningkatan dari 31 persen menjadi 34 persen. Kenaikan porsi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas beli bersih di pasar saham domestik.

Di sisi lain, data BEI menunjukkan adanya penurunan pada volume transaksi perdagangan. Volume perdagangan turun 31,23 persen dibandingkan pekan lalu menjadi 30,04 miliar saham.

Frekuensi perdagangan saham juga mengalami kontraksi sebesar 31,88 persen menjadi 1,81 juta kali transaksi. Meski volume dan frekuensi turun, penguatan IHSG tetap terjaga oleh akumulasi nilai beli dari investor asing yang cukup signifikan.

Kondisi pasar yang relatif stabil ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang terus memengaruhi aliran modal di pasar berkembang. Selain pergerakan IHSG, perhatian pelaku pasar global saat ini juga tertuju pada ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, di mana sejumlah negara seperti Belanda dan Jepang terus menjadi sorotan dalam kompetisi tersebut.