BisnisPerbankan

Pupuk Indonesia Kirim Puluhan Ribu Ton Urea ke Australia

53
×

Pupuk Indonesia Kirim Puluhan Ribu Ton Urea ke Australia

Sebarkan artikel ini

Brisbane – PT Pupuk Indonesia (Persero) merealisasikan pengiriman perdana 47.250 ton pupuk urea ke Australia. Komoditas tersebut tiba di Pelabuhan Brisbane, Queensland, menggunakan kapal MV. Medi Luna pada Senin (22/6/2026).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Kerja sama ini ditargetkan mencapai total ekspor sebesar 250.000 ton hingga akhir tahun 2026 yang akan dikirim secara bertahap.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, menyatakan bahwa Indonesia hadir membantu kebutuhan pupuk Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun. Menurutnya, stabilitas pasokan ini krusial di tengah tantangan rantai pasok global.

Siswo menambahkan, sinergi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan di kawasan Indo-Pasifik. Pemerintah Australia pun menyambut positif kedatangan komoditas tersebut sebagai wujud nyata kemitraan kedua negara.

Chief Digital & Data Officer Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Amanda Chalmers, menyebut pasokan dari Indonesia memberikan kepastian bagi sektor pertanian mereka. Hal senada disampaikan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, yang menegaskan kapasitas produksi nasional kini mencapai 14,8 juta ton per tahun.

“Indonesia kini berperan sebagai pemasok yang andal dan mampu menjaga stabilitas pasokan bagi negara mitra di tengah dinamika dunia,” ujar Rahmad.

Meski merambah pasar ekspor, Rahmad memastikan prioritas utama perusahaan tetap memenuhi kebutuhan dalam negeri sesuai arahan Presiden. Ketersediaan stok pupuk untuk petani domestik dipastikan tetap aman dan tidak terganggu.

Hingga 22 Juni 2026, data mencatat stok pupuk bersubsidi nasional berada di angka 1,23 juta ton. Bahkan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi dalam negeri kini meningkat hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.