PerbankanPeristiwa

TB Hasnur 26 Selamatkan 70 Penumpang Kapal Terbakar

58
×

TB Hasnur 26 Selamatkan 70 Penumpang Kapal Terbakar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sebanyak 70 jiwa yang terdiri dari penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi setelah kapal mereka terbakar di perairan utara Madura pada Minggu (2/8).

Proses penyelamatan bermula saat Nakhoda TB Hasnur 26, Capt. Suparwanto, mendengar sinyal darurat melalui radio VHF Channel 16 tepat pukul 08.35 WIB.

Merespons panggilan tersebut, kapal TB Hasnur 26 yang berada pada jarak 6-7 mil laut segera bermanuver menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama.

Capt. Suparwanto menekankan bahwa keselamatan nyawa para korban menjadi prioritas mutlak yang harus diutamakan di atas kepentingan lainnya.

Setibanya di lokasi pada pukul 09.40 WIB, awak kapal segera melakukan evakuasi terhadap para korban yang sebagian besar telah melompat ke tengah laut.

Hingga pukul 17.00 WIB, kru kapal berjibaku memberikan penanganan medis, dukungan logistik, dan tempat berlindung bagi 65 pria, empat wanita, serta satu anak-anak.

Sebanyak delapan orang yang terdiri dari satu korban meninggal dunia dan tujuh orang selamat kemudian dialihkan ke KM Mutiara Perindo I.

Upaya evakuasi lanjutan yang sedianya menggunakan KN SAR Permadi terpaksa dibatalkan akibat kendala teknis mesin dan cuaca buruk.

Keputusan diambil untuk membawa sisa korban menuju Pelabuhan Masalembu sebagai langkah mitigasi keselamatan setelah berkoordinasi dengan pihak KSOP.

Tepat pada Senin (3/8) pukul 15.00 WITA, sebanyak 62 penumpang dan awak kapal diserahkan kepada KSOP Masalembu guna menjalani proses administrasi serta pemeriksaan kesehatan.

Direktur Operasional PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Laorentina Devi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kru atas profesionalisme mereka dalam misi kemanusiaan tersebut.

Laorentina juga mengungkapkan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa sekaligus berterima kasih atas koordinasi yang baik dengan Basarnas serta instansi terkait lainnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan keselamatan berkala di perusahaan sangat efektif dalam kondisi darurat di lapangan.

Insiden ini menegaskan betapa pentingnya kolaborasi antarpihak di industri maritim dalam merespons situasi bahaya secara sigap.

Pihak manajemen sendiri memandang keselamatan pelayaran sebagai tanggung jawab kemanusiaan mendasar yang melampaui sekadar kepatuhan prosedur operasional.