NewsPendidikan

Tanah Datar Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

80
×

Tanah Datar Terima Hibah Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
dorong-ekonomi-dan-pendidikan,-sekolah-rakyat-terbesar-di-indonesia-segera-hadir-di-tanjung-alam
Dorong Ekonomi dan Pendidikan, Sekolah Rakyat Terbesar di Indonesia Segera Hadir di Tanjung Alam

Tanah Datar – Keluarga besar Dony Oskaria secara resmi menghibahkan lahan seluas 19 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar guna merealisasikan pembangunan fasilitas pendidikan nasional.

Serah terima dokumen aset tersebut berlangsung secara khidmat di rumah dinas Bupati Tanah Datar pada Jumat (26/6/2026).

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menyerahkan langsung berkas hibah tersebut kepada Bupati Eka Putra sebagai tanda sah peralihan hak atas lahan bagi kepentingan daerah.

Lahan yang terletak di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, ini diproyeksikan menjadi lokasi berdirinya Sekolah Rakyat berskala nasional.

Pihak keluarga Dony Oskaria sendiri memutuskan melipatgandakan luas hibah dari rencana awal 9,5 hektare menjadi 19 hektare demi mendukung target kapasitas tampung hingga 3.000 siswa.

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian luar biasa yang patut dicontoh masyarakat luas.

Menurut Anton, tindakan sukarela ini merupakan langkah konkret dalam mendukung masa depan anak bangsa di tengah maraknya resistensi pembangunan di berbagai wilayah lain.

Bupati Eka Putra menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan bahwa fasilitas ini akan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 200 unit Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Pemilihan lokasi di Nagari Tanjung Alam dianggap sangat tepat mengingat aksesibilitasnya yang mudah dijangkau dari berbagai pusat kota seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Batusangkar.

Selain memperkuat sektor pendidikan, keberadaan sekolah ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta distribusi material.

Estimasi perputaran uang di kawasan tersebut diprediksi menyentuh angka Rp6 miliar hingga Rp8 miliar setiap bulannya setelah sekolah beroperasi penuh.

Dony Oskaria, yang saat ini memimpin Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, berharap kontribusinya ini dapat menjadi wadah untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing bagi bangsa.