News

Ike Revita Perkuat Etika Komunikasi Digital Melalui Perspektif Pragmatik

53
×

Ike Revita Perkuat Etika Komunikasi Digital Melalui Perspektif Pragmatik

Sebarkan artikel ini
dikukuhkan-jadi-guru-besar-fib-unand,-ike-revita-sorot-tantangan-komunikasi-di-era-digital
Dikukuhkan jadi Guru Besar FIB Unand, Ike Revita Sorot Tantangan Komunikasi di Era Digital

Padang – Etika berkomunikasi di ruang digital menjadi sorotan utama Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M. Hum. dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sabtu (27/6/2026).

Pakar pragmatik ini menilai transformasi interaksi dari pola lisan ke medium digital menuntut kesadaran moral yang lebih tinggi dari pengguna.

Ia menekankan bahwa literasi digital dan pemahaman pragmatik merupakan kunci utama agar masyarakat mampu menjaga kesantunan saat berinteraksi di dunia siber.

Melalui pidato berjudul “Dari Tradisi Lisan ke Era Digital: Transformasi Kesantunan Berbahasa dari Perspektif Pragmatik”, ia mendorong bahasa sebagai instrumen penguat karakter bangsa.

Bagi sang profesor, gelar akademik yang diraihnya kini dipandang sebagai amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat lewat riset serta pendidikan.

Ike bertekad membawa semangat inovasi dan kolaborasi yang lebih segar di lingkungan Universitas Andalas ke depannya.

Ia juga berencana menggali kembali kekayaan praktik berbahasa di Sumatera Barat agar relevan dengan dinamika komunikasi modern.

Guna mewujudkan visi tersebut, ia tengah menyiapkan pembentukan pusat kajian khusus yang akan membedah etika komunikasi serta literasi digital secara mendalam.

Menurutnya, tolok ukur kemajuan sebuah negara tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga kualitas komunikasi yang inklusif dan penuh empati.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun memberikan motivasi bagi para akademisi muda untuk tetap mengedepankan integritas dalam setiap proses berkarya.

“Jangan takut bermimpi besar dan jangan lelah belajar, karena gelar hanyalah konsekuensi dari proses panjang pengabdian,” tegasnya.