Politik

Profil Rachmat Gobel: Jejak Karier Pengusaha dan Politisi NasDem

56
×

Profil Rachmat Gobel: Jejak Karier Pengusaha dan Politisi NasDem

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dunia usaha dan politik Indonesia tengah berduka atas meninggalnya tokoh nasional Rachmat Gobel pada Jumat, 10 Juli 2026. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 63 tahun pada pukul 03.20 WIB saat menjalani perawatan medis di RS Brawijaya Tebet, Jakarta.

Kabar kepergian Rachmat Gobel membawa duka mendalam bagi berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, rekan sejawat di parlemen, hingga masyarakat luas. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok pengusaha sukses sekaligus negarawan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan ekonomi nasional.

Rachmat Gobel merupakan putra dari Thayeb Mohammad Gobel, pendiri National Gobel Group yang kini dikenal sebagai Panasonic Gobel Group. Ia lahir pada 3 September 1962 dan menempuh pendidikan tinggi di Chuo University, Tokyo, Jepang.

Pendidikan di Jepang menjadi fondasi penting bagi Rachmat untuk memahami sistem manajemen serta budaya bisnis Negeri Sakura. Pengetahuan tersebut ia terapkan sekembalinya ke Indonesia pada akhir 1980-an saat mulai terjun mengelola perusahaan keluarga.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Komisaris Utama Panasonic Gobel Indonesia, ia berhasil membawa perusahaan ke tingkat ekspansi yang lebih luas. Selain fokus pada sektor elektronik dan ekspor, ia juga dikenal aktif dalam pembinaan koperasi serta pengembangan UMKM.

Kiprahnya di pemerintahan dimulai pada tahun 2014 saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Selama menjabat, ia konsisten mendorong peningkatan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Setelah masa jabatannya berakhir, Rachmat memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung bersama Partai NasDem pada tahun 2016. Langkah ini membawanya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo pada Pemilu 2019.

Di parlemen, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPR RI. Peran ini ia manfaatkan untuk memperjuangkan pembangunan kawasan timur Indonesia, hilirisasi industri, serta penguatan ekonomi nasional melalui kebijakan publik yang strategis.

Banyak pihak menilai Rachmat Gobel sebagai sosok yang mampu menjembatani hubungan harmonis antara sektor swasta dan pemerintah. Pengalamannya sebagai pelaku bisnis membuatnya memahami kendala di lapangan, sementara posisinya sebagai pejabat publik memudahkannya merumuskan solusi kebijakan.

Perhatiannya yang besar terhadap pembangunan daerah, khususnya Gorontalo, menjadi salah satu warisan nyata dari kiprah politiknya. Ia sering menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam setiap kesempatan.

Pemikiran-pemikirannya mengenai industrialisasi dan penguatan struktur ekonomi nasional sering menjadi referensi dalam berbagai forum ekonomi. Dedikasi tersebut membuatnya diakui sebagai tokoh yang memiliki pengaruh signifikan dalam pembangunan bangsa.

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan catatan panjang perjalanan karier yang menginspirasi. Ia dikenang sebagai sosok visioner yang berhasil memadukan kemahiran berbisnis dengan pengabdian tulus bagi kepentingan masyarakat Indonesia.