EkonomiIndustriPendidikanPerbankan

Disnakerin Padang Genjot Kompetensi Pencari Kerja Tekan Angka Pengangguran

178
×

Disnakerin Padang Genjot Kompetensi Pencari Kerja Tekan Angka Pengangguran

Sebarkan artikel ini

Padang – Sebanyak 47.789 jiwa atau 9,70 persen penduduk Kota Padang saat ini berstatus sebagai pengangguran terbuka.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, menyoroti ketimpangan yang signifikan antara jumlah lulusan pendidikan dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada.

Ferry menyebutkan bahwa membeludaknya jumlah lulusan dari tingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi tidak diimbangi dengan serapan lowongan kerja yang memadai.

“Jumlah lulusan baik dari tingkat SMK/SMA maupun universitas saat ini tidak sebanding dengan lowongan kerja yang tersedia,” ujar Ferry saat ditemui di Kantor Disnakerin Kota Padang, Rabu (15/7/2026).

Guna mengatasi persoalan ini, Disnakerin kini menggencarkan pelaksanaan bursa kerja serta memperluas akses pemagangan bagi para pencari kerja.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi bersama CV Hayati di sektor industri dan perhotelan.

Selain itu, pemerintah kota turut mendorong masyarakat agar mulai melirik dunia wirausaha sebagai jalan keluar untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Ferry menegaskan bahwa di era kompetisi saat ini, pencari kerja dituntut untuk tidak sekadar mengandalkan ijazah formal sebagai modal utama.

“Kami berharap ke depan para pencari kerja tidak hanya mengandalkan modal ijazah, tetapi juga harus menyiapkan kompetensi diri,” tegasnya.

Untuk menjembatani kebutuhan keterampilan tersebut, Disnakerin bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dalam menyediakan program pelatihan gratis.

Warga dapat memanfaatkan pelatihan di berbagai bidang seperti tata boga, perbengkelan, hingga pendidikan satuan pengamanan (Satpam) yang telah memiliki sertifikasi BNSP.

Pemerintah juga membuka peluang bagi warga yang berminat meniti karier di luar negeri, dengan catatan mereka wajib menguasai bahasa asing sesuai negara tujuan.

Menurut Ferry, keberhasilan dalam menekan angka pengangguran sangat bergantung pada sinergi lintas sektor antar pemangku kepentingan.

“Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder, termasuk pelaku industri dan hadirnya investasi-investasi baru di Kota Padang guna memperluas lapangan kerja,” pungkasnya.