Bursa Saham

Saham Chip dan Netflix Anjlok, Wall Street Dibuka Melemah Hari Ini

57
×

Saham Chip dan Netflix Anjlok, Wall Street Dibuka Melemah Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan indeks saham Wall Street di New York
Bursa saham Wall Street dibuka melemah akibat penurunan sektor semikonduktor dan sentimen negatif dari kinerja Netflix.

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026) akibat berlanjutnya aksi jual pada sektor semikonduktor dan sentimen negatif dari proyeksi kinerja Netflix. Investor kini mulai mempertanyakan keberlanjutan reli pasar yang selama ini didorong oleh antusiasme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 126,5 poin atau 0,24% ke level 52.426,46 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 86,2 poin atau 1,14% menjadi 7.447,52, dan Nasdaq Composite merosot 469,7 poin atau 1,81% ke posisi 25.412,26.

Tekanan jual pada saham-saham teknologi dipicu oleh kekhawatiran mengenai besarnya belanja modal untuk pengembangan AI yang dinilai belum sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Saham Nvidia dilaporkan turun sekitar 2,5% pada perdagangan pre-market, sementara Applied Materials dan Lam Research masing-masing melemah sekitar 4%.

Data pasar menunjukkan iShares Semiconductor ETF terkoreksi 3% di awal sesi. Philadelphia SE Semiconductor Index kini berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak Maret 2025, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada Kamis (16/7).

Indeks tersebut tercatat telah terkoreksi lebih dari 19% dari rekor tertingginya yang dicapai pada akhir Juni lalu. Meskipun produsen chip besar seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) dan ASML mencatatkan kinerja positif, sentimen pasar secara keseluruhan tetap terjebak dalam arus koreksi.

Kepala Analis Pasar IG, Chris Beauchamp, menyatakan bahwa situasi ini telah berkembang melampaui sekadar aksi jual saham chip menjadi pelemahan pasar yang lebih luas. Menurutnya, investor saat ini tengah melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang yang terjadi sejak akhir Maret.

Sentimen negatif juga diperparah oleh kinerja Netflix yang meleset dari ekspektasi pasar. Saham perusahaan tersebut anjlok 11,3% pada perdagangan pre-market menyusul proyeksi pendapatan dan laba kuartal ketiga yang berada di bawah perkiraan analis.

Indikator volatilitas pasar atau CBOE Volatility Index (VIX) turut mencerminkan kecemasan investor dengan kenaikan 1,36 poin ke level 18,09. Angka tersebut merupakan posisi tertinggi yang dicapai dalam lebih dari sepekan terakhir.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah memantau rilis data ekonomi domestik AS yang dijadwalkan hari ini. Data tersebut meliputi survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan dan laporan produksi industri AS.

Ketidakpastian geopolitik turut membayangi pergerakan pasar seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Selain itu, hubungan AS dan China kembali memanas setelah adanya tuduhan campur tangan pemilu yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump.

Meskipun Wall Street sedang tertekan, indeks Nasdaq secara akumulatif masih mencatat kenaikan sekitar 11% sepanjang tahun berjalan. Investor kini menimbang berbagai risiko ekonomi dan politik di tengah periode laporan keuangan kuartal kedua.