Investasi

Jersey Sepak Bola Kini Jadi Instrumen Investasi Menjanjikan bagi Kolektor

84
×

Jersey Sepak Bola Kini Jadi Instrumen Investasi Menjanjikan bagi Kolektor

Sebarkan artikel ini
Deretan jersey sepak bola vintage yang dikoleksi sebagai aset investasi bernilai tinggi
Jersey sepak bola kini menjadi instrumen investasi alternatif bagi para kolektor karena potensi nilai historis dan kelangkaannya.

JAKARTA – Jersey sepak bola kini telah bertransformasi dari sekadar atribut pendukung tim menjadi instrumen investasi alternatif yang menjanjikan. Di kalangan kolektor, pakaian olahraga ini dipandang sebagai aset berharga dengan potensi apresiasi nilai yang signifikan.

Potensi peningkatan harga tersebut sangat bergantung pada nilai historis, tingkat kelangkaan, kondisi fisik, hingga kaitan jersey dengan momen krusial dalam sejarah sepak bola dunia. Faktor-faktor ini menjadi penentu utama bagi investor koleksi untuk menentukan kelas aset yang layak dikoleksi.

Ketertarikan terhadap investasi jersey kembali menguat setelah memorabilia milik legenda Brasil, Pele, terjual dalam lelang Sotheby’s baru-baru ini. Jersey yang dikenakan Pele pada final Piala Dunia 1958 tersebut laku terjual dengan harga fantastis mencapai US$ 4,9 juta.

Transaksi ini menjadi rekor tertinggi kedua setelah jersey Diego Maradona terjual seharga US$ 9,3 juta pada tahun 2022. Kaus tersebut merupakan atribut bersejarah yang dikenakan Maradona saat mencetak gol “Tangan Tuhan” ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986.

Kolektor jersey, Bekti Adi Nugroho, menyatakan bahwa jersey yang digunakan dalam pertandingan besar oleh pemain legendaris memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, momentum turnamen besar seperti Piala Dunia 2026 saat ini menjadi katalisator utama kenaikan permintaan pasar.

Selain jersey yang pernah dipakai pemain dalam laga resmi (match worn), produk komersial seperti versi replika dan otentik tetap memiliki potensi kenaikan harga. Kelangkaan edisi tertentu, seperti jersey tim nasional Norwegia atau Curacao, sering kali menjadi incaran kolektor karena stok yang terbatas.

Faktor pendukung lainnya meliputi usia kain atau kategori vintage, keberadaan tanda tangan pemain, serta prestasi tim nasional yang bersangkutan. Seiring dengan gegap gempita Piala Dunia 2026, permintaan terhadap jersey negara peserta terpantau mengalami lonjakan di berbagai gerai olahraga.

Kolektor lainnya, Bani Maryanto, menambahkan bahwa jersey menjadi aset investasi yang efisien karena biaya perawatannya yang relatif rendah. Berbeda dengan instrumen koleksi lainnya, jersey tidak memerlukan biaya pemeliharaan khusus yang memberatkan pemilik.

Bani menekankan pentingnya bagi investor untuk jeli membaca pergerakan pasar selama turnamen berlangsung. Jersey dari tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan yang drastis di pasar sekunder.

Di tengah dinamika pasar ini, para kolektor terus memburu barang-barang langka untuk melengkapi portofolio mereka. Meskipun pasar sempat mengalami fase melandai pada periode 2024 hingga awal 2025, momentum Piala Dunia 2026 terbukti mampu menggairahkan kembali minat kolektor di Indonesia.

Nilai koleksi jersey saat ini sangat variatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per unit. Harga akhir ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar yang dipicu oleh tingginya permintaan terhadap barang-barang dengan nilai sejarah tinggi.