Bursa Saham

Harta Djaya Karya (MEJA) Siapkan Rights Issue untuk Rencana Akuisisi

48
×

Harta Djaya Karya (MEJA) Siapkan Rights Issue untuk Rencana Akuisisi

Sebarkan artikel ini
Gedung perkantoran dengan logo PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA)
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) bersiap melakukan rights issue untuk mendukung rencana akuisisi perusahaan.

JAKARTA – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah mematangkan rangkaian aksi korporasi strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan diversifikasi bisnis perusahaan. Emiten yang bergerak di sektor furnitur dan konstruksi interior ini telah memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Ketiga.

Agenda rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026 mendatang. Fokus utama RUPSLB adalah meminta persetujuan pemegang saham terkait pemberian kuasa kepada Direksi untuk menambah modal dasar perseroan.

Langkah penambahan modal dasar ini merupakan bagian dari persiapan perusahaan dalam mengeksekusi rencana penambahan modal melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dana yang dihimpun dari aksi ini nantinya akan dialokasikan untuk mendukung rencana akuisisi PT Trimitra Coal Perkasa (TCP).

Saat ini, manajemen MEJA tengah merampungkan audit laporan keuangan periode Juni 2026. Audit tersebut menjadi prasyarat krusial dalam kelengkapan dokumen pelaksanaan rights issue sesuai regulasi pasar modal yang berlaku.

Selain persiapan rights issue, perusahaan juga tengah berproses melakukan perubahan bidang usaha menjadi perusahaan induk atau holding company. Untuk mendukung rencana besar tersebut, MEJA sedang dalam tahap penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto, menyatakan bahwa penunjukan KJPP bertujuan untuk melakukan penilaian independen. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tahapan transisi usaha berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Penunjukan KJPP adalah bagian dari proses penilaian independen untuk mendukung perubahan kegiatan usaha. Kami berkomitmen memastikan setiap tahapan dilaksanakan secara prudent dan sesuai ketentuan,” ujar Richie dalam keterangan resminya pada Selasa (21/7/2026).

Transformasi bisnis ini menandai langkah besar MEJA untuk merambah sektor pertambangan batubara. Perusahaan berencana mengakuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa dengan nilai investasi mencapai US$ 100 juta.

Strategi akuisisi ini akan dilakukan melalui skema pertukaran saham atau share swap. Aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat rampung sepenuhnya pada kuartal III-2026.

Diversifikasi ke sektor batubara diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan di masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya emiten untuk memperluas portofolio bisnis di luar sektor furnitur dan konstruksi interior yang selama ini menjadi lini usaha utama.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh rangkaian aksi korporasi akan dilakukan secara efektif dan terukur. Fokus utama perusahaan tetap pada kepatuhan terhadap regulasi OJK dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik bagi para pemegang saham.