Bursa Saham

S&P 500 Menguat Jelang Laporan Kinerja Perusahaan Teknologi

15
×

S&P 500 Menguat Jelang Laporan Kinerja Perusahaan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar terminal perdagangan saham Wall Street yang menunjukkan pergerakan indeks S&P 500
Indeks S&P 500 mencatatkan penguatan di tengah antisipasi investor terhadap laporan kinerja perusahaan teknologi.

NEW YORK – Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (28/7/2026), dengan indeks S&P 500 mencatatkan penguatan di tengah antisipasi investor terhadap laporan keuangan perusahaan teknologi besar. Kenaikan signifikan pada sektor konsumsi dan industri berhasil mengimbangi tekanan jual yang melanda saham-saham produsen chip.

Indeks S&P 500 berakhir naik 0,21% ke level 7.428,78. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 1,03% menjadi 52.747,32, sedangkan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,22% ke posisi 24.876,91.

Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terkait besarnya investasi pusat data kecerdasan buatan (AI) yang dilakukan oleh raksasa teknologi seperti Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Fokus pelaku pasar tertuju pada rilis kinerja keuangan emiten teknologi yang akan berlangsung sepanjang pekan ini.

Saham Apple menjadi sorotan utama setelah mencatatkan reli hampir 1% ke level US$ 340,08. Kenaikan ini membawa nilai pasar produsen iPhone tersebut menembus angka US$ 5 triliun untuk pertama kalinya.

Berbanding terbalik dengan sektor teknologi, indeks PHLX yang mencakup produsen chip justru terperosok 4,5%. Indeks ini tercatat telah turun sekitar 25% dari rekor tertinggi yang dicapai pada 22 Juni lalu, meski secara tahun berjalan masih membukukan kenaikan 56%.

Sektor lain di luar teknologi menunjukkan kinerja positif yang cukup kuat. Sektor perawatan kesehatan melonjak 2,4%, diikuti sektor barang konsumsi pokok sebesar 2% dan sektor material sebesar 1,7%.

Kenaikan sektor konsumsi didorong oleh performa saham Coca-Cola yang melonjak 5% pasca revisi naik proyeksi pendapatan tahunan. Selain itu, saham Boeing naik 4,8% seiring dengan membaiknya arus kas bebas perusahaan.

Analis strategi investasi di Baird, Ross Mayfield, menilai pergerakan ini mencerminkan rotasi aset ke saham-saham bernilai (value stocks). Menurutnya, data PDB yang solid dan kondisi pasar tenaga kerja yang tetap tangguh menjadi katalis utama bagi sektor non-teknologi.

Perhatian investor kini tertuju pada pengumuman kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve pada Rabu (29/7/2026). Alat pemantau FedWatch CME menunjukkan probabilitas 71% bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini.

Ketidakpastian suku bunga tetap menjadi risiko bagi perusahaan teknologi yang memiliki ketergantungan tinggi pada pendanaan utang. Selain itu, pasar juga mencermati penurunan harga minyak Brent sebesar 4,8% ke level US$ 84,09 per barel.

Penurunan harga minyak dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina seiring dengan kunjungan diplomatik ke Gedung Putih. Para analis memproyeksikan pendapatan agregat S&P 500 pada kuartal kedua akan tumbuh 39% secara tahunan, dengan kontribusi utama dari sektor AI.