Bursa Saham

Jelang Rilis Laporan Keuangan, Bagaimana Prospek Saham GOTO Hari Ini?

18
×

Jelang Rilis Laporan Keuangan, Bagaimana Prospek Saham GOTO Hari Ini?

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar perdagangan saham GOTO yang menunjukkan antrean jual di bursa efek
Saham GOTO kembali tertahan di level harga Rp50 per lembar menjelang rilis laporan keuangan.

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghadapi tekanan jual yang signifikan di pasar saham menjelang pengumuman laporan keuangan semester pertama 2026 yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 29 Juli 2026. Antrean jual saham emiten teknologi ini tercatat mencapai 222,30 juta lot.

Hingga penutupan perdagangan Selasa (28/7), saham GOTO masih tertahan di level harga Rp 50 per lembar. Posisi ini mencerminkan kapitalisasi pasar perusahaan yang berada di angka Rp 57,03 triliun.

Harga saham GOTO telah berada di level terendah atau sering disebut “gocap” selama hampir dua bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh sentimen negatif pasca kebijakan pemerintah yang memangkas komisi aplikator untuk angkutan roda dua menjadi 8 persen, efektif sejak 1 Juli 2026.

Regulasi ini menjadi sorotan investor karena memangkas margin pendapatan dari aturan sebelumnya, yakni 20 persen berdasarkan KP 1001 Tahun 2022. Pasar kini menanti laporan keuangan terbaru untuk melihat seberapa jauh dampak kebijakan tersebut terhadap profitabilitas perusahaan.

Di tengah tekanan jual, sejumlah analis justru memberikan pandangan positif terhadap prospek saham GOTO. Konsensus Bloomberg menunjukkan sebanyak 24 sekuritas merekomendasikan beli, sementara tujuh lainnya menyarankan untuk menahan (hold).

Tidak ada satu pun sekuritas yang memberikan rekomendasi jual. Sebanyak 77 persen dari total 31 sekuritas yang disurvei optimistis terhadap potensi pertumbuhan saham GOTO.

Rata-rata target harga yang ditetapkan analis berada di level Rp 80 per saham. Angka tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 60 persen dari harga penutupan terakhir.

Maybank Sekuritas menetapkan target harga di Rp 80 per saham dengan rekomendasi beli. Sementara itu, Morgan Stanley memberikan posisi netral atau equal weight dengan target Rp 79 per saham.

Sekuritas lain seperti UOB Kay Hian dan BRI Danareksa juga memberikan rekomendasi beli. Masing-masing menetapkan target harga di angka Rp 78 dan Rp 70 per saham.

Macquarie turut memberikan sentimen positif dengan rekomendasi outperform dan target harga Rp 72 per saham. Analis menilai harga di level Rp 50 saat ini sudah cukup murah dan memiliki risiko penurunan yang sangat rendah.

Kinerja kuartal pertama 2026 menjadi modal kepercayaan bagi investor. Pada periode tersebut, GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp 257,94 miliar, yang merupakan laba pertama dalam sejarah perusahaan.

Pendapatan GOTO pada kuartal pertama tercatat sebesar Rp 5,34 triliun, meningkat 26,25 persen secara tahunan (year-on-year). EBITDA yang disesuaikan juga melonjak 131 persen menjadi Rp 907 miliar.

Momentum laporan keuangan semester pertama 2026 kini menjadi penentu arah perdagangan saham perseroan. Investor menanti kejelasan mengenai efisiensi operasional di tengah penyesuaian komisi ojek daring.

Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.