Bursa Saham

Laba Bersih Central Omega Resources Melonjak 29,90% di Semester I-2026

15
×

Laba Bersih Central Omega Resources Melonjak 29,90% di Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Suasana area pertambangan nikel milik PT Central Omega Resources Tbk
PT Central Omega Resources Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 29,90 persen pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 29,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Perusahaan produsen nikel ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 403,03 miliar dibandingkan dengan Rp 310,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menerapkan strategi efisiensi biaya serta kedisiplinan operasional yang ketat. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Rabu, 29 Juli 2026, efisiensi ini tercermin dari penurunan beban pokok penjualan sebesar 4,57 persen yoy menjadi Rp 444,49 miliar dari sebelumnya Rp 465,79 miliar.

Secara keseluruhan, DKFT membukukan total penjualan sebesar Rp 1,01 triliun selama paruh pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,91 persen dibandingkan realisasi penjualan pada semester I-2025 yang tercatat sebesar Rp 950,65 miliar.

Pencapaian ini diraih di tengah penurunan volume penjualan bijih nikel sebesar 34,29 persen yoy, dari 1,84 juta ton menjadi 1,21 juta ton. Meskipun volume penjualan terkoreksi, perusahaan mampu menjaga profitabilitas melalui optimasi margin dan fleksibilitas dalam strategi pemasaran.

Kinerja operasional yang solid juga terlihat dari peningkatan EBITDA perusahaan sebesar 13,24 persen yoy, dari Rp 481,39 miliar menjadi Rp 545,14 miliar. Selain itu, laba per saham (earning per share) DKFT turut mengalami kenaikan signifikan sebesar 28,09 persen, yakni dari Rp 56 per saham menjadi Rp 72 per saham pada semester I-2026.

Direktur Central Omega Resources, Feni Silviani Budiman, menegaskan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi di tengah tantangan pasar. Strategi manajemen terbukti efektif dalam menjaga stabilitas EBITDA dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Ke depannya, DKFT berkomitmen untuk terus mempertahankan fokus pada efisiensi operasional dan memaksimalkan nilai tambah dari setiap unit bisnisnya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memberikan hasil yang optimal bagi investor di tengah fluktuasi harga komoditas nikel global.

Dalam konteks industri yang lebih luas, sektor emiten di pasar modal Indonesia saat ini tengah melakukan berbagai langkah restrukturisasi modal. Sebagai perbandingan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis serupa dalam pengelolaan modal perusahaan.

GOTO memutuskan untuk melakukan pengecilan modal dengan cara membatalkan saham tresuri sebanyak 32,19 miliar lembar. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari manajemen modal yang lebih efisien bagi perusahaan teknologi tersebut.

Upaya efisiensi dan restrukturisasi yang dilakukan oleh berbagai emiten, termasuk DKFT dan GOTO, menunjukkan tren penyesuaian strategi di tengah kondisi ekonomi saat ini. Fokus pada disiplin operasional menjadi kunci utama bagi perusahaan terbuka untuk mencetak pertumbuhan laba yang berkelanjutan.