Bursa Saham

Penjualan Jhonlin Agro Raya (JARR) Turun 13,59% pada Semester I 2026

52
×

Penjualan Jhonlin Agro Raya (JARR) Turun 13,59% pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang beroperasi di Indonesia
PT Jhonlin Agro Raya Tbk mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 13,59% pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten kelapa sawit yang terafiliasi dengan konglomerat Haji Isam, mencatatkan penurunan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester I-2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,76 triliun, atau terkoreksi 13,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 2,04 triliun.

Penurunan pendapatan ini terutama dipengaruhi oleh dinamika pasar komoditas global. Segmen fatty acid methyl ester (FAME) tetap menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan dengan sumbangan sebesar Rp 1,5 triliun.

Selain itu, segmen crude glycerine (CG) mencatatkan pendapatan Rp 144,64 miliar. Sementara itu, kontribusi dari minyak goreng tercatat sebesar Rp 48,94 miliar, disusul palm fatty acid distillate (PFAD) sebesar Rp 45,92 miliar, dan produk kernel sebesar Rp 18,85 miliar.

Meskipun pendapatan menurun, perusahaan berhasil melakukan efisiensi pada beban pokok penjualan. Beban tersebut tercatat sebesar Rp 1,41 triliun pada akhir Juni 2026, turun dari angka Rp 1,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendati beban pokok penjualan berhasil ditekan, laba bruto perusahaan tetap mengalami kontraksi. Laba bruto JARR per semester I-2026 tercatat sebesar Rp 350,69 miliar, atau turun 2,57% secara tahunan (year on year).

Penurunan juga terjadi pada laba bersih tahun berjalan yang berada di angka Rp 158,93 miliar per akhir Juni 2026. Angka ini menyusut 0,9% dibandingkan realisasi laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 160,39 miliar.

Sejalan dengan kondisi tersebut, laba per saham dasar perusahaan turut mengalami penurunan. Nilainya tercatat sebesar Rp 17,22 pada akhir kuartal II-2026, lebih rendah dari Rp 17,38 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi neraca, Jhonlin Agro Raya melaporkan total aset sebesar Rp 4,09 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah ini mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan posisi aset pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 4,01 triliun.

Perusahaan juga berhasil memperbaiki struktur permodalan dengan menurunkan jumlah liabilitas. Kewajiban atau liabilitas JARR tercatat sebesar Rp 2,07 triliun di akhir Juni 2026, turun dari Rp 2,1 triliun pada akhir tahun 2025.

Sementara itu, jumlah ekuitas perusahaan mengalami penguatan menjadi Rp 2,01 triliun pada akhir Juni 2026. Nilai ekuitas tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 1,91 triliun.

Namun, posisi kas dan setara kas perusahaan mengalami penurunan pada periode ini. JARR memiliki kas sebesar Rp 456,93 miliar di akhir Juni 2026, turun dibandingkan Rp 543,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja emiten sektor perkebunan dan pengolahan sawit ini terjadi di tengah fluktuasi pasar komoditas yang masih menantang. Secara umum, sektor agribisnis dan emiten lainnya di Bursa Efek Indonesia saat ini tengah memantau tren permintaan global yang sempat direvisi oleh OPEC terkait konsumsi energi.

Di sisi lain, investor pasar modal tetap mencermati fundamental emiten properti yang dinilai masih kokoh meski harga sahamnya berada di bawah tekanan sepanjang 2026. Sentimen pasar domestik saat ini cenderung beragam, tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah tipis ke level 6.234 pada sesi perdagangan Senin, 3 Agustus 2026.