Bursa Saham

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Simak Rekomendasi Saham TINS, EMTK, dan JELI

61
×

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Simak Rekomendasi Saham TINS, EMTK, dan JELI

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh sikap pelaku investasi yang cenderung berhati-hati di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Pada penutupan perdagangan Senin (3/8), IHSG tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,03% ke level 6.234,49. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see investor yang memantau perkembangan kebijakan makroekonomi terkini.

Data domestik menunjukkan sinyal yang bervariasi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Juli berada di level ekspansif 50,2, sementara angka inflasi tahunan tetap terjaga di level 2,88%.

Namun, sentimen positif tersebut tertahan oleh catatan defisit neraca perdagangan sebesar US$ 450 juta. Tekanan ini membatasi ruang gerak indeks untuk mencatatkan penguatan signifikan.

Secara eksternal, bursa saham Asia pada Selasa pagi terpantau menguat tipis mengikuti reli yang terjadi di Wall Street. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang mencatatkan kenaikan 0,1%, didorong oleh lonjakan saham di pasar Korea Selatan.

Di pasar Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,32% ke level 53.178,41. Indeks S&P 500 naik 1,48% ke level 7.600,50, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,13% ke level 25.913,90.

Analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.186–6.130. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.268–6.300.

Investor saat ini tengah menanti kelanjutan musim laporan keuangan emiten semester I 2026. Selain itu, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait harga minyak menjadi sorotan utama pasar.

Faktor nilai tukar rupiah serta fluktuasi arus dana asing juga tetap menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek. Volatilitas diprediksi akan tetap tinggi seiring dengan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global.

Terkait rekomendasi saham, BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan teknikal untuk beberapa emiten. PT Timah Tbk (TINS) dinilai memiliki peluang penguatan menuju target 3.890 hingga 4.020 selama bertahan di atas support 3.640–3.700.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga direkomendasikan dengan potensi rebound jika mampu menembus resistance di level 540. Adapun target harga untuk EMTK ditetapkan pada level 560.

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) turut menjadi perhatian setelah berhasil keluar dari pola falling channel. Saham ini berpotensi menuju target 800 hingga 860 jika mampu mempertahankan posisi di atas area breakout.

Di sisi lain, analis memberikan rekomendasi trading sell untuk PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Saham ini dinilai berada dalam tren turun dengan risiko pelemahan menuju level support berikutnya di angka 193.