Bursa Saham

IHSG Melemah Tipis di Sesi Pertama, Saham INDY hingga CPIN Tertekan

48
×

IHSG Melemah Tipis di Sesi Pertama, Saham INDY hingga CPIN Tertekan

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,03% pada sesi pertama perdagangan hari ini.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pertama hari ini, Senin (3/8/2026), dengan pelemahan tipis sebesar 1,833 poin atau 0,03% ke level 6.234,293. Pergerakan indeks yang sempat fluktuatif selama sesi pagi menunjukkan adanya tekanan jual di sejumlah sektor utama.

Data perdagangan mencatat total volume transaksi mencapai 22,096 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan pasar bursa menyentuh angka Rp 7,69 triliun hingga pukul 12.00 WIB.

Sentimen pasar tampak terbagi dengan catatan 294 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 323 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 169 saham lainnya terpantau stagnan atau flat.

Pelemahan indeks utama hari ini dipicu oleh koreksi mendalam pada sektor teknologi. IDX Sektor Teknologi mencatatkan penurunan paling signifikan sebesar 1,33%.

Selain sektor teknologi, tekanan juga datang dari sektor kesehatan yang terkoreksi 0,88%. Sektor keuangan menyusul dengan pelemahan 0,51%, diikuti sektor perindustrian sebesar 0,11%, dan sektor properti serta real estate yang melemah tipis 0,05%.

Di sisi lain, sektor barang konsumer non-primer menjadi penopang utama indeks dengan penguatan terbesar mencapai 1,93%. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh sektor barang konsumen primer yang naik 0,65%.

Sektor barang baku turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,57%. Selain itu, sektor infrastruktur menguat 0,47%, sektor transportasi dan logistik naik 0,28%, serta sektor energi yang tumbuh 0,19%.

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45, tekanan jual tampak menonjol pada emiten tertentu. PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin daftar top losers dengan pelemahan 7,22%.

Posisi selanjutnya diikuti oleh PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang turun 2,34%. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mencatatkan pelemahan sebesar 2,13% pada sesi siang ini.

Sebaliknya, beberapa saham LQ45 mampu mencatatkan kinerja impresif di tengah fluktuasi pasar. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan harga mencapai 15,11%.

Penguatan signifikan juga dialami oleh PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) yang naik 5,59%. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melengkapi jajaran saham berkinerja positif dengan kenaikan 3,66%.

Pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini mencerminkan dinamika pasar yang masih sangat bergantung pada rotasi sektoral. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung pada sektor-sektor yang sebelumnya mencatatkan reli.

Kondisi pasar yang variatif ini mengindikasikan ketidakpastian sentimen investor di tengah periode laporan keuangan semesteran. Fokus pelaku pasar kini beralih pada data kinerja emiten untuk menentukan arah pergerakan di sesi kedua.