Investasi

OJK Paparkan Reformasi Pasar Modal kepada 100 Investor Global

55
×

OJK Paparkan Reformasi Pasar Modal kepada 100 Investor Global

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat memaparkan reformasi pasar modal kepada investor global.
Ketua Dewan Komisioner OJK memaparkan peta jalan kebijakan pasar modal kepada lebih dari 100 investor internasional.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia seiring dengan langkah reformasi integritas pasar yang dijalankan secara konsisten. Sinyal positif tersebut muncul setelah OJK melakukan pertemuan dengan lebih dari 100 investor berskala internasional untuk memaparkan peta jalan kebijakan terbaru.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa investor mengapresiasi inisiatif regulator dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih transparan. Kunci utama yang disoroti oleh para pelaku pasar adalah kesinambungan implementasi kebijakan di masa depan.

OJK berkomitmen menjaga kredibilitas pasar melalui penguatan penegakan hukum terhadap berbagai praktik pelanggaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif dan terlindungi dari manipulasi.

Sejumlah kebijakan strategis telah direalisasikan oleh OJK sejak awal tahun 2026. Salah satunya adalah peningkatan kewajiban keterbukaan informasi bagi investor yang memiliki kepemilikan di atas 1%.

Regulator juga mewajibkan pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi pihak dengan kepemilikan di atas 10%. Data investor kini disajikan lebih komprehensif dengan klasifikasi yang diperluas dari sembilan menjadi 39 kategori.

Untuk memitigasi risiko manipulasi harga, OJK memperkuat mekanisme High Shareholding Concentration (HSC). Penambahan indikator price impact ratio diterapkan guna mendeteksi perdagangan yang terkoordinasi secara tidak wajar.

Friderica menegaskan bahwa OJK terus memproses berbagai kasus pelanggaran di pasar modal. Beberapa kasus telah dijatuhi sanksi, sementara sisanya akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.

Indikator pemulihan kepercayaan investor terlihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatatkan penguatan lebih dari 5% dalam satu bulan terakhir. Tren ini menunjukkan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Sektor penghimpunan dana atau fundraising di pasar modal Indonesia juga tetap solid di tengah tantangan ekonomi global. Total nilai penghimpunan dana hingga saat ini telah mencapai Rp 113,13 triliun.

OJK mencatat antrean perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) masih cukup panjang. Hal ini menjadi bukti bahwa minat korporasi untuk mencari pendanaan melalui pasar modal masih tinggi.

Basis investor domestik terus mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah Single Investor Identification (SID). Jika tahun lalu tercatat sekitar 20 juta SID, kini jumlahnya telah mendekati angka 30 juta SID.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut berbanding lurus dengan peningkatan nilai aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM). OJK optimistis tren ini akan berlanjut seiring dengan diversifikasi instrumen investasi yang ditawarkan.

Kehadiran instrumen baru, seperti Exchange Traded Fund (ETF) emas, diproyeksikan mampu menarik minat masyarakat lebih luas. Inovasi produk ini diharapkan dapat memperdalam pasar modal Indonesia ke depan.