Teknologi

Mengantisipasi Ancaman Penipuan Berbasis Kecerdasan Buatan di Ruang Digital

60
×

Mengantisipasi Ancaman Penipuan Berbasis Kecerdasan Buatan di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
jangan-asal-klik!-ketahui-cara-melindungi-diri-dari-scam-di-era-ai
Jangan Asal Klik! Ketahui Cara Melindungi Diri dari Scam di Era AI

Jakarta – Penggunaan platform digital di Indonesia kian mendominasi aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari berbelanja, membayar tagihan, hingga mengelola keuangan. Tingginya ketergantungan ini tecermin dari data Bank Indonesia yang mencatat 14,82 miliar transaksi pembayaran digital sepanjang triwulan I-2026.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 37,69 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, kemudahan transaksi elektronik ini kini dibayangi oleh ancaman keamanan siber yang semakin canggih.

Para pelaku kejahatan siber tak lagi sekadar membobol sistem pertahanan teknologi. Kini, mereka mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk melancarkan berbagai aksi penipuan.

Fenomena yang dikenal sebagai scam berbasis AI ini mencakup pembuatan pesan palsu yang tampak meyakinkan, teknik peniruan suara atau voice cloning, hingga pengiriman tautan phishing yang dipersonalisasi sesuai data korban. Laporan Spring 2026 Biannual Threats dari Visa menyebutkan, pelaku kini lebih mengandalkan praktik manipulasi psikologis atau social engineering.

Strategi ini dinilai lebih efektif bagi penjahat daripada harus menembus sistem keamanan teknologi yang kian ketat. Dampak dari modus tersebut pun cukup merugikan, dengan total kerugian mencapai hampir US$1 miliar dalam kurun waktu Juli hingga Desember 2025.

Nilai tersebut menjadikan scam berbasis AI sebagai kategori fraud pembayaran konsumen terbesar saat ini. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berinteraksi di ruang siber.

Pengguna diminta lebih berhati-hati dalam merespons panggilan atau pesan dari nomor tidak dikenal. Langkah antisipasi ini penting dilakukan agar masyarakat tidak terjebak dalam modus penipuan berbasis AI yang kian marak.