Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

APBN Lindungi Harga BBM, Pantau Gejolak Minyak Dunia

198
×

APBN Lindungi Harga BBM, Pantau Gejolak Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
purbaya-pastikan-apbn-kuat-jaga-bbm-saat-harga-minyak-dunia-bergejolak
Purbaya Pastikan APBN Kuat Jaga BBM saat Harga Minyak Dunia Bergejolak

Yogyakarta – Pemerintah memastikan belum ada rencana kenaikan harga Bahan Bakar minyak (BBM) bersubsidi,meskipun harga minyak mentah dunia melonjak tajam.

menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah akan memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyerap guncangan (shock absorber).

Tujuannya adalah untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah.

“Jadi fungsi anggaran adalah meng-absorb shock dari luar tadi. Sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah,” kata Purbaya usai meninjau Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (17/3).

Purbaya menambahkan,saat ini belum ada perhitungan untuk menaikkan harga BBM. Anggaran yang ada masih mencukupi untuk mempertahankan harga BBM yang berlaku saat ini.

Bendahara negara itu menjelaskan, pemerintah tengah menghitung asumsi harga minyak dalam APBN berdasarkan rata-rata selama satu tahun penuh.

Menurutnya, level kenaikan harga minyak dunia saat ini masih dalam batas ketahanan anggaran negara.

“Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, nggak ada masalah. Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai,” ujarnya.

Purbaya juga menegaskan, kondisi fiskal nasional saat ini masih sangat sehat dan ekspansif.

meski demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia, terutama terkait wacana pemangkasan anggaran sebagai dampak dari gejolak harga minyak.

“Belum, pemangkasan belum ada, belum ada keputusan pemangkas anggaran. Kita sedang melakukan exercise terus melihat perkembangan harga minyak dunia seperti apa,” katanya.

Sebagai informasi, harga minyak dunia belakangan ini terus melambung akibat perang antara AS-Israel dan Iran. Dalam dua pekan terakhir, harga minyak dunia beberapa kali menembus US$100 per barel, rekor tertinggi sejak 2022.

Selain itu,kecukupan stok BBM Indonesia juga menjadi perhatian menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.

Risiko terganggunya pengiriman pasokan minyak mencuat setelah Iran menutup,sebelum akhirnya membuka dengan akses terbatas,bagi negara lain untuk melewati Selat hormuz.