BisnisStartupTeknologi

Asia Tenggara Memacu Pertumbuhan Ekosistem Inovasi Kecerdasan Buatan Global

111
×

Asia Tenggara Memacu Pertumbuhan Ekosistem Inovasi Kecerdasan Buatan Global

Sebarkan artikel ini
persaingan-ai-makin-ketat,-asia-tenggara-ikut-unjuk-gigi
Persaingan AI Makin Ketat, Asia Tenggara Ikut Unjuk Gigi

Jakarta – Kawasan Asia Tenggara kini menanjak menjadi pusat inovasi kecerdasan buatan (AI) yang disegani dunia. Ekosistem digital di wilayah ini diperkuat melalui kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku industri, dan sejumlah perusahaan rintisan.

Data mencatat pertumbuhan startup AI yang masif sejak 2018. Sebanyak lebih dari 200 startup tahap awal sukses mendapatkan suntikan pendanaan mencapai US$6,6 miliar, sekaligus berhasil menyerap lebih dari 11.300 tenaga kerja.

Indonesia mencuat sebagai pemain kunci dalam tren ini, dengan implementasi AI yang merambah ke berbagai sektor vital. Teknologi tersebut tidak lagi sebatas uji coba, melainkan telah menjadi solusi konkret di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga manajemen bisnis.

Untuk menjaga momentum tersebut, koridor inovasi lintas negara telah dibentuk guna mendekatkan startup lokal dengan standar teknologi global. Langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengakses bimbingan teknis, pemutakhiran teknologi, serta jaringan investor internasional.

Dukungan nyata bagi para inovator juga hadir lewat program akselerator internasional. Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, menyebut program ini fokus menyasar startup pada tahap Seed hingga Series B.

“Google for Startups Accelerator: Southeast Asia akan mendukung startup AI di enam negara. Program ini berkolaborasi dengan Komdigi, EnterpriseSG, serta NIC dan SIHUB untuk memberikan dukungan khusus bagi startup dari Indonesia, Singapura, dan Vietnam,” ujar Sami.