News

Senny Marbun Pimpin APSF Dorong Kemajuan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara

159
×

Senny Marbun Pimpin APSF Dorong Kemajuan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
senny-marbun-terpilih-sebagai-presiden-apsf-2026–2030,-siap-perkuat-kemajuan-olahraga-disabilitas-asia-tenggara
Senny Marbun Terpilih sebagai Presiden APSF 2026–2030, Siap Perkuat Kemajuan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara

SOLO – Tokoh olahraga disabilitas Indonesia, Senny Marbun, terpilih sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) periode 2026-2030. Ia memenangkan suara dalam Sidang Umum APSF di Grand Ballroom Hotel Alila Solo, Sabtu (6/6), setelah unggul 7-4 atas kandidat asal Thailand, Maitree Kongruang.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Osoth Bhavilai yang telah memimpin federasi selama sepuluh tahun. Senny kini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa perubahan bagi ekosistem olahraga disabilitas di Asia Tenggara.

Dalam menjalankan roda organisasi, Senny akan didampingi jajaran wakil presiden dari Singapura, Kamboja, Filipina, dan Myanmar. Posisi strategis Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Sukanti Rahardjo Bintoro dari Indonesia, sementara bendahara dijabat oleh Ali Yusri Abdul Ghafor dari Brunei Darussalam.

Bagi Senny, dunia organisasi bukan hal baru karena sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Presiden APSF bidang Media and Communications Committee. Ia juga merupakan sosok kunci di balik kesuksesan gelaran ASEAN Para Games Solo 2022.

Berlandaskan kesuksesan Indonesia meraih gelar juara umum ASEAN Para Games tiga kali beruntun, Senny berambisi menularkan prestasi tersebut ke seluruh kawasan. Ia ingin negara-negara lain mengadopsi pola pembinaan atlet yang lebih progresif.

“Saya ingin prestasi negara-negara di Asia Tenggara lebih maju lagi ke depannya. Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak Indonesia agar bisa terus melangkah lebih jauh,” ujar Senny.

Ia menyadari masih ada negara anggota yang belum memberikan perhatian maksimal bagi kaum difabel. Senny menegaskan, APSF akan melakukan pendekatan aktif ke pemerintah setempat guna mendorong dukungan yang lebih optimal.

“Kita perlu membangkitkan semangat negara-negara tersebut agar mampu berkembang seperti Indonesia. Pengalaman pembangunan training center seluas sepuluh hektare yang kita miliki perlu dibagikan kepada negara lain,” tambahnya.

Sebagai langkah awal transisi, kantor sekretariat APSF akan dipindahkan dari Thailand ke Indonesia. Federasi juga langsung tancap gas mempersiapkan atlet untuk Asian Para Games 2026 di Jepang serta ASEAN Para Games 2027 di Malaysia.

Wakil Presiden bidang Sports and Technical Committee, Dr. Teo-Koh Sock Miang, memastikan pihaknya telah menyiapkan program terstruktur. Fokus utamanya adalah membantu negara yang masih dalam tahap awal pengembangan melalui pelatihan dan klasifikasi atlet.

“Tujuan utama kami adalah memastikan seluruh anggota dapat maju bersama. Kita juga mulai memikirkan penyelenggaraan youth games sebagai wadah atlet muda agar tidak terjadi kesenjangan regenerasi di masa depan,” jelas Teo-Koh.