Tutup
BisnisNewsPerbankan

Bank BSN Perkuat SiPA untuk Ekosistem Syariah

64
×

Bank BSN Perkuat SiPA untuk Ekosistem Syariah

Sebarkan artikel ini
potensi-pasar-keuangan-syariah-besar, bank-syariah-nasional-geber-inovasi-sipa
Potensi Pasar Keuangan Syariah Besar, Bank Syariah Nasional Geber Inovasi SiPA

Jakarta – Bank Syariah Nasional (bank BSN) memperkuat layanan Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) untuk menegaskan komitmennya dalam memperkokoh ekosistem keuangan syariah nasional.

Langkah strategis itu diresmikan melalui seremoni penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank BSN, BCA Syariah, dan Bank Aladin Syariah di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan, penerapan instrumen SiPA bukan sekadar transaksi likuiditas, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas industri.

“Di tengah potensi yang besar, tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempercepat realisasi peluang tersebut. Implementasi SiPA menjadi sangat relevan sebagai upaya memperkuat stabilitas dan efisiensi industri keuangan syariah secara keseluruhan,” ujar Alex dikutip dari keterangannya.

Ia mengatakan, sebagai entitas yang lahir dari spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara atau BTN Syariah, Bank BSN kini memosisikan diri sebagai pemain kunci dalam industri. Berdasarkan data perseroan, Bank BSN tercatat sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun.

Kehadiran Bank BSN pada penghujung 2025 dengan jaringan yang mencakup 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus mendorong pertumbuhan keuangan syariah nasional dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan yang ketat.

BSN juga menyoroti urgensi kolaborasi ini dengan melihat kondisi objektif industri saat ini. Meski Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, pangsa pasar perbankan syariah masih berada di kisaran 7 hingga 8 persen. selain itu, tingkat literasi keuangan syariah tercatat 43 persen, dengan tingkat inklusi yang masih relatif rendah, yakni sekitar 13 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan keuangan syariah masih sangat besar dan membutuhkan upaya bersama dari seluruh pelaku industri untuk dapat mengoptimalkannya,” tambah Alex.

Melalui penguatan layanan SiPA, BSN optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem keuangan syariah yang lebih modern, likuid, dan resilien. “Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepercayaan antarbank syariah serta meningkatkan daya saing industri di tingkat nasional maupun global,” pungkas Alex.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan utama, yakni jajaran pimpinan Bank BSN, BCA syariah, dan Bank Aladin Syariah, serta Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan.